Tanya Jawab Kesehatan
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Terjadi Stroke? Simak Jawaban dr. Igor Hermando
Begini penjelasan Dokter Spesialis Saraf, Fellow Intervensi Nyeri dan Ahli Faal Olahraga dr. Igor Hermando mengenai stroke.
Penulis: Magang TribunWow
Editor: adisaputro
TRIBUNWOW.COM - Stroke adalah gangguan aliran darah di otak yang dapat menyebabkan kelemahan, kesulitan bicara, atau kerusakan fungsi tubuh lainnya.
Ketika seseorang tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda stroke seperti mulut mencong, lemah separuh tubuh, bicara pelo, kebas, rabun mendadak, atau sakit kepala hebat, reaksi pertama yang sering terjadi adalah panik.
Baca juga: Apa Kriteria Mulai Pulih dari Stroke? Simak Jawaban dr. Igor Hermando, Sp.S., FIMN., M.Kes., AIFO-K
Sayangnya, di momen genting tersebut banyak orang justru melakukan tindakan yang salah karena percaya pada mitos, mulai dari menusuk jari, memberi minum, sampai menunda ke rumah sakit karena mengira hanya masuk angin.
Padahal, setiap menit sangat menentukan kondisi pasien.
Pertanyaan:
Apa yang tidak boleh dilakukan saat terjadi stroke?
Begini penjelasan Dokter Spesialis Saraf, Fellow Intervensi Nyeri dan Ahli Faal Olahraga dr. Igor Hermando, Sp.S., FIMN., M.Kes., AIFO-K dalam podcast kesehatan "Healthy Talk" dalam kanal YouTube Tribunnews.com.
Jawaban:
Saat stroke terjadi, jangan menusuk jari atau telinga untuk mengeluarkan darah.
Banyak orang menganggap tindakan ini membuat aliran darah kembali lancar.
Padahal, hal tersebut hanya menambah rasa nyeri, menaikkan tekanan darah, dan berisiko menyebabkan infeksi.
Selain itu, waktu penanganan ke rumah sakit juga akan semakin lama.
Jangan juga memberi minum atau memasukkan apa pun ke mulut.
Pada pasien stroke, otot tenggorokan sering ikut lemah.
Memberi minum justru bisa membuat penderita tersedak, memicu cairan masuk ke paru-paru, dan meningkatkan risiko radang paru yang memperparah kondisi.
Baca juga: Bagaimana Cara Stroke Menyerang Otak? Simak Penjelasan dr. Igor, Sp.S., FIMN., M.Kes., AIFO-K
Jangan percaya mitos tentang mandi air dingin yang disebut bisa memengaruhi pembuluh darah otak.
Air dingin yang diguyur ke kepala tidak akan langsung memengaruhi otak karena tulang kepala melindungi dengan kuat.
Mitos ini hanya membuat orang lain panik tanpa memberi manfaat.
Jangan mengira pasien hanya masuk angin atau menunda membawa ke rumah sakit.
Menganggap gejala stroke sebagai keluhan ringan hanya memperlama waktu penanganan, padahal setiap menit sangat berpengaruh pada hasil akhir.
Kesimpulannya, jangan melakukan tindakan apa pun yang tidak aman dan tidak terbukti.
Satu-satunya langkah yang benar adalah segera membawa pasien ke IGD rumah sakit yang memiliki CT-scan dan dokter spesialis, karena kecepatan penanganan menentukan tingkat kesembuhan.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret Surakarta/Orisa Sativa Hapsari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/healthy-talk-hal-yang-tidak-boleh-dilakukan-saat-terjadi-stroke.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.