Berita Viral

Sosok Anggota DPR RI yang Lunasi Tagihan Listrik Rp 12,7 Juta Masruroh, Jabatan Dewan 4 Periode

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DITAGIH PLN - Penjual gorengan keliling bernama Masruroh saat ditemui di Dusun Blimbing, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Kamis (24/4/2025). Masruroh kaget ditagih PLN bayar listrik Rp12,7 juta. Sadarestuwati muncul sebagai penolong dari Masruroh si penjual gorengan yang ditagih listrik oleh PLN sebesar Rp 12,7 juta.

TRIBUNWOW.COM - Sadarestuwati muncul sebagai penolong dari Masruroh si penjual gorengan yang ditagih listrik oleh PLN sebesar Rp 12,7 juta.

Sadarestuwati merupakan anggota DPR RI yang juga sempat mengunjungi rumah Masruroh.

Awalnya Masruroh yang tinggal di Dusun Blimbing, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang kebingungan setelah mendapat tagihan listrik dari PLN mencapai Rp 12,7 juta. 

Baca juga: Kata PLN soal Tagihan Listrik ke Rumah Penjual Gorengan hingga Rp 19 Juta, Kini Sepakat Dicicil

Tidak hanya itu, Masruroh juga dituduh mencuri listrik. 

Tagihan itu ia ketahui melalui pesan WhatsApp yang masuk langsung ke ponselnya. 

Kasus ini memantik empati dari publik termasuk dari Anggota DPR RI Komisi VI, Sadarestuwati.

"Ini persoalan kemanusiaan. Saya bantu lunasi tagihannya agar ibu Masruroh bisa kembali menikmati listrik."  Tandas Sadarestuwati, anggota DPR RI.

Sadarestuwati adalah anggota DPR RI tergerak untuk membantu Masruroh melunasi tagihan listrik tersebut.

Hal ini diketahui dari laman PDIP Jatim yang diunggah Senin (28/4/2025).

“Ini pembelajaran kepada masyarakat. Kita harus ekstra hati-hati, karena bagaimanapun juga urusan dengan perusahaan milik negara tidak bisa diselesaikan begitu saja."

"Masyarakat perlu kedisiplinan dan rasa tanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan negara agar tidak melakukan hal-hal yang menyimpang,” tutur Sadarestuwati, Senin (28/4/2025), dikutip dari laman PDI-P Jatim.

Baca juga: Kisah Agen BRILink Vitri Naik Kelas, Dulu Cuma Layani Token Listrik, Kini Punya Kos 12 Kamar

Sekaligus mendorong pihak PLN untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat di akar rumput.

“Kami minta PLN untuk melakukan sosialisasi per desa dengan mengumpulkan masyarakat, agar mereka memahami hak dan kewajibannya."

"Ketidaktahuan masyarakat seringkali menjadi sumber permasalahan, seperti yang dialami Bu Masruroh ini, yang bahkan tidak mengetahui siapa pelaku sebenarnya,” jelas wanita yang akrab disapa Mbak Estu ini. 

Seperti apa sebenarnya sosok Sadarestuwati?

Halaman
12