TRIBUNWOW.COM - Sejumlah pria menggunakan rompi kuning berdiri sambil membawa segepok tiket masuk Arenan Kalikesek yang terletak di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Sejumlah mobil dan motor mengular menunggu antrean dilayani tiket masuk oleh petugas Arenan Kalikesek.
Cukup merogoh kocek Rp 2 ribu per orang sudah bisa masuk dan menikmati keindahan alam sekitar Arenan Kalikesek.
Beberapa fasilitas seperti terapi ikan, kolam renang menggunakan mata air alami, sawah, tempat memancing, hingga kuliner tersedia di Arenan Kalikesek.
Khusus untuk terapi ikan yang tersedia di beberapa sudut Arenan Kalikesek, pengunjung yang datang tidak perlu mengeluarkan biaya lagi alias gratis.
Sedangkan untuk fasilitas lainnya, pengunjung harus mengeluarkan uang paling banyak Rp 25 ribu.
Direktur BUMDes Sriwulan Makmur, Aminatur Rohman menyebut tiket masuk dan fasilitas di Arenan Kalikesek termurah se-Kabupaten Kendal.
Oleh karena itu, Arenan Kalikesek selalu ramai pengunjung terutama memasuki libur sekolah dan tahun baru.
“Kalikesek itu bisa dibilang daerah wisata paling murah karena tiket masuk hanya Rp 2 ribu per orang, lalu masuk wahana kolam renang hanya Rp 5 ribu, berkuda hanya Rp 15 ribu, wahana anak-anak cuma Rp 5 ribu,” tutur Amin ketika diwawancara langsung TribunWow.com, pada Selasa (2/4/2025).
Meski tergolong murah, Arenan Kalikesek yang merupakan bagian dari unit Pokok Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari BUMDes Sriwulan bisa menghasilkan miliaran per tahun.
Terbukti di akhir tahun 2024, BUMDes Sriwulan bisa menghasilkan Rp 2,7 miliar dari unit usaha Pokdarwis dan persewaan Gedung Serba Guna (GSG).
BUMDes Sriwulan akhirnya bisa terus mengembangkan potensi desa wisata hingga merambah ke unit-unit usaha lainnya.
Paling diutamakan BUMDes Sriwulan adalah bisa bermanfaat dan memberikan lapangan pekerjaan warga desa yang terletak di bagian barat Gunung Ungaran tersebut.
Namun, perjuangan BUMDes Sriwulan hingga di titik sekarang tentu tidaklah mudah dan sebentar.
BUMDes Sriwulan sempat tidak berjalan seperti yang diharapkan hingga harus melakukan perombakan anggota.