Di mana, 19 gol dari 20 pertandingan dicatatkan oleh Rafinha baik di babak penyisihan grup maupun 8 besar.
Dengan rincian, 12 gol dari 15 laga dan 1160 menit bermain dicatatkan di babak penyisihan grup.
Atau separuh dari total gol PSIM Yogyakarta yakni 28 gol dicatatkan oleh Rafinha.
Sementara di babak 8 besar, Rafinha sukses bukukan 7 gol dari 6 pertandingan dan 444 menit bermain.
Baca juga: 10 Pemain PSIM Kans Hengkang Meski Sukses Bawa Laskar Mataram Promosi, Borneo FC-Persija Penyebabnya
Sedangkan, di kubu Bhayangkara FC, predator mereka ada pada diri Ilija Spasojevic.
Ilija Spasojevic jadi top skor internal Bhayangkara FC.
Di babak penyisihan grup, pemain naturalisasi Timnas Indonesia itu sukses catatkan 7 gol dan 3 assist.
Sedangkan di babak 8 besar, pemain gaek berusia 37 tahun itu baru catatkan 1 gol dari 5 pertandingan dengan total 1113 menit bermain.
Catatan yang terlampau jauh dengan torehan yang dimiliki oleh striker PSIM Yogyakarta Rafinha.
Dengan margin gol sebanyak 12 gol dari perbandingan 19 (Rafinha) dan 7 (Ilija Spasojevic).
Baca juga: BREAKING NEWS Bhayangkara FC Vs PSKC Cimahi: Ada Insiden Berdarah, Berikut Ini Kronologinya
Brajamusti Geruduk Stadion Moch Soebroto
Ketiga, terkait dengan animo suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti yang lebih besar ketimbang fan Bhayangkara FC, Bharamania.
Di mana, teror chant hingga teriakan para fan PSIM Yogyakarta yang bergemuruh di Stadion Moch Soebroto, Magelang bakal menjadi pressure tersendiri bagi Bhayangkara FC.
Terlebih, gelar juara Liga 2 bakal jadi tonggak sejarah baru bagi PSIM Yogyakarta selain promosi ke Liga 1 musim 2025/2026.
Menang Mental di Laga Terkini