Berita Viral

Viral Bocah Dipaksa Jadi Pemulung, Dibantu Pendidikan Malah Ditolak Ayah Tiri, Biar Bantu Cari Uang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie (kanan) mendampingi Sekretaris Pribadi Presiden Jokowi untuk memberikan bantuan dan meminta pihak orang tua tidak kembali menyuruhnya memulung barang bekas, Kamis (29/8/2024). Ini fakta kasus viral bocah dipaksa memulung ayah tiri di Bangkalan ini.

Namun, menurut dia, Bustomy tidak benar-benar menjadi pemulung, sebab karung yang biasa digendongnya tidak ada isinya.

"Memang ketakutan anak itu sama orang tuanya. Sedangkan karung yang dibawa itu enggak ada isinya, jadi setting-an saja itu supaya dapat iba gitu dari masyarakat, sehingga memberikan uang kepada anak ini," ujar dia.

Dia juga mengatakan, Pemkab Bangkalan meminta agar Bustomy tidak lagi disuruh menjadi pemulung agar fokus ke pendidikannya.

Namun, ayah tiri Bustomy saat itu sempat menolak dengan alasan agar anaknya itu tetap membantu mencari penghasilan untuk kedua orang tuanya.

"Mau disekolahkan bahkan sampai kuliah, tapi dengan syarat saya diberi uang Rp200.000 setiap hari karena untuk beli rokok kebutuhan saya," kata Parnowo menirukan perkataan ayah tiri Bustomy.

Baca juga: 5 Fakta Viral Pria Lecehkan Wanita Pegawai Pertashop di Cianjur: Pelaku Terancam 4 Tahun Penjara

Dapat Bantuan dari Presiden

Dikutip dari TribunMadura.com, Arief bersama perwakilan Sekretariat Presiden mendatangi rumah Bustomy untuk memberikan peringatan kepada ayah sambung Bustomy agar tidak lagi menyuruh anak ini menjadi pemulung.

"Tadi sudah disampaikan pokoknya anak itu harus sekolah, tidak boleh mulung bagi, siapa yang menyuruh dia mulung akan dikenakan Undang-undang Perlindungan Anak," tegas Arief.

Selain itu, Arief juga menyampaikan, pemerintah pusat akan menjamin biaya pendidikan Bustomy hingga lulus SD.

Arief menambahkan, pemerintah juga menjamin alat kebutuhan sekolah adik Bustomy yang masih menempuh pendidikan anak usia dini (PAUD).

"Sudah diberikan jaminan oleh Presiden sampai lulus SD dengan adiknya yang masih PAUD, mulai seragam, kebutuhan ATK-nya, tas dan hingga sepatu," terangnya.

Arief meminta pihak orang tua Tomy tidak perlu lagi memikirkan tentang kebutuhan sekolah anaknya.

Tak hanya itu, Arief juga mengatakan, pihaknya memberikan bantuan sembako untuk kebutuhan sehari-hari, uang tabungan pendidikan, dan peralatan masak berupa kompor gas lengkap dengan perabotnya untuk digunakan sang ibu berjualan.

"Tabungan tersebut dititipkan ke pihak sekolah sampai Bustomy lulus SD yang penggunaannya harus diketahui oleh Pj Bupati, Kadinsos, Kapolsek, Dandim dan Kepala Desa. Agar biaya kebutuhan sekolah Bustomy tidak diambil oleh bapaknya," ujar dia.

Arief juga menjelaskan, kondisi kedua orang tua Bustomy masih dalam keadaan sehat, rumahnya juga permanen, sehingga tidak ada alasan untuk tetap menyuruh anaknya menjadi pemulung.

Bahkan sejak tinggal di Bangkalan pada 2021 akhir, kepala sudah memberikan bantuan BLT termasuk warga juga sering memberikan bantuan.

"Makanya kami minta untuk tidak lagi mulung karena tidak pada tempatnya anak kecil itu bekerja memulung, mereka harus sekolah. Nanti akan diawasi terus itu. Sebenarnya anak ini tidak mulung, kantongnya kosong," ucap dia.  (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Viral Bocah di Bangkalan Dipaksa Ayah Tiri Jadi Pemulung, Pelaku Minta Uang agar Tak Ekploitasi Lagi