Berita Viral

Viral Bocah Dipaksa Jadi Pemulung, Dibantu Pendidikan Malah Ditolak Ayah Tiri, Biar Bantu Cari Uang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie (kanan) mendampingi Sekretaris Pribadi Presiden Jokowi untuk memberikan bantuan dan meminta pihak orang tua tidak kembali menyuruhnya memulung barang bekas, Kamis (29/8/2024). Ini fakta kasus viral bocah dipaksa memulung ayah tiri di Bangkalan ini.

TRIBUNWOW.COM - Viral di media sosial video seorang bocah menjadi pemulung, di Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur.

Rupanya, bocah yang terlihat lusuh sembari membawa karung itu dipaksa memulung orang ayah tirinya.

Setelah video ini viral, bocah bernama Yazid Al-Bustomy yang masih berusia 9 tahun, warga Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang itu mendapat bantuan dari pemerintah.

Mirisnya, saat mau dibantu pendidikan sampai kuliah, ayah tiri korban justru menolak dan meminta imbalan uang Rp 200 ribu per hari untuk beli rokok.

Baca juga: Detik-detik Perundungan di SMP 3 Gowa Viral, Korban Diinjak hingga Dibanting, Polisi Periksa 6 Saksi

Bustomy yang duduk di kelas 2 SD itu diduga dipaksa menjadi pemulung oleh orang tuanya sejak sekitar satu tahun yang lalu.

Keluarga Bustomy berasal dari Kabupaten Lamongan, tetapi pindah ke Kabupaten Bangkalan pada akhir 2021.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie, saat dikonfirmasi, Kamis (29/8/2024).

"Bustomy sebenarnya merupakan warga asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur."

"Kini (dia) tinggal bersama kedua orang tuanya di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, sejak akhir tahun 2021 lalu," ujarnya.

Lebih lanjut, pada 2018, ibu dari Bustomy, Khusnul Khotimah, menikah lagi dengan Moh Soleh yang merupakan warga Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

Kemudian, keluarga tersebut pindah dari Lamongan ke Kabupaten Bangkalan pada akhir 2021.

Terkait dugaan eksploitasi yang mencuat, orang tua Bustomy enggan dimintai keterangan.

Namun, dugaan itu dibenarkan oleh Koramil Labang, Kapten Inf Parnowo, di mana rumah orang tua Bustomy terletak di belakang markas Koramil Labang.

Menurut Parnowo, eksploitasi kepada Bustomy itu sudah diketahui oleh banyak warga sekitar.

Sebab setiap hari, sepulang sekolah, Bustomy langsung disuruh menjadi pemulung oleh ayah tirinya.

Halaman
12