Konflik Iran Vs Israel

Menilik Perbandingan Kekuatan Militer Iran Vs Israel, Pihak Mana yang Lebih Unggul?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebuah foto yang dirilis militer Iran pada Selasa, 3 Oktober 2023 menunjukkan peluncuran drone bunuh diri Iran selama latihan drone nasional oleh Angkatan Udara Iran yang dipusatkan di Provinsi Semnan utara, Iran.

“Meskipun Hezbollah secara luas dianggap memiliki begitu banyak rudal sehingga akan mampu setidaknya menggencar pertahanan udara Israel meski sifatnya sementara,” ujarnya.

Nicholas Marsh dari Institut Penelitian Perdamaian Oslo mengatakan bahwa Iran telah menerbitkan daftar target yang luas.

“Itu bisa jadi merupakan upaya pengalihan perhatian. Tetapi akan sulit bagi Israel untuk melindungi semua target yang ada,” ujarnya.

“Yang menjadi pertimbangan utama Israel adalah berapa banyak target yang bisa mereka tembak jatuh sebelum bisa mendekati negara mereka.”

Apakah mungkin ada eskalasi besar?

Editor Defence Eye, Tim Ripley, mengatakan kepada BBC bahwa para ahli strategi militer harus berpikir “out of the box” (tidak konvensional) mengenai respons Iran dan Hezbollah.

"Anda harus menempatkan diri Anda pada pola pikir orang-orang Iran, Hezbollah, dan Houthi (militan yang telah menyerang pelayaran internasional di Timur Tengah). Mengapa menyia-nyiakan upaya Anda untuk lagi-lagi melakukan hal yang sama?"

Menurut Ripley, Iran dapat mendorong Hezbollah untuk melancarkan serangan di perbatasan. Mereka diperkirakan menyadari bagaimana serangan Hamas pada 7 Oktober mengejutkan Israel, sementara serangan rudal konvensional gagal menembus pertahanan Israel dengan mudah.

Ripley juga mengatakan bahwa Iran mungkin akan mempertimbangkan untuk menyita tanker-tanker minyak asing.

Namun, Jeremy Binnie dari Janes percaya bahwa eskalasi seperti itu tidak mungkin terjadi:

“Pasukan elite Hezbollah, Radwan, telah berlatih untuk operasi lintas batas, tetapi menurut saya mereka tidak akan terlibat dalam pembalasan,” katanya.

“Di satu sisi, IDF (Pasukan Pertahanan Israel) akan jauh lebih siap untuk skenario itu dibandingkan 7 Oktober; di sisi lain, penculikan sejumlah kecil warga negara Israel kemungkinan akan memicu eskalasi besar, seperti yang terjadi pada 2006.”

Pada 2006, Israel melancarkan serangan darat di Lebanon setelah Hezbollah menculik dua tentara Israel. Terjadi pertempuran sengit dan banyak korban jiwa berjatuhan dari kedua belah pihak.

Ripley mengatakan, Israel dapat melakukan serangan lebih lanjut terhadap Hezbollah untuk menjatuhkan semangat mereka alih-alih memberikan dampak yang signifikan terhadap kekuatan perangkat keras militer kelompok tersebut.

“Itulah yang mereka lakukan di Lebanon pada tahun 2006 dan di Gaza sekarang,” katanya.

Halaman
1234