Karena AS yakin serangan Iran tidak dapat dihindari setelah terbunuhnya pejabat tinggi Hizbullah dan Hamas minggu lalu.
Blinken mengatakan kepada para pejabat dalam panggilan tersebut bahwa menekan Teheran untuk membatasi serangannya adalah cara terbaik untuk menghindari perang regional.
Blinken mengatakan bahwa AS tidak mengetahui waktu pasti serangan Iran yang direncanakan, Axios menambahkan, tetapi meyakini serangan itu dapat dimulai paling cepat pada hari Senin hari ini.
Baca juga: Israel Tuduh Jurnalis Ismail Al-Ghoul yang Sudah Dibunuh adalah Anggota Hamas, Al Jazeera Bantah
AS Cari Sekutu, Lobi Yordania
Di tengah ketegangan konflik Timur Tengah buntut kematian pemimpin biro politik Hamas Ismail Haniyeh, Pemimpin Komando Pusat AS (CENTCOM) Jenderal Michael Kurilla dilaporkan menggelar kunjungan ke Yordania untuk mencari sekutu baru.
Kunjungan itu digelar Kuriila dan pasukan CENTCOM setibanya di Timur Tengah pada akhir pekan lalu, adapun kunjungan dimaksudkan untuk melobi pemerintah Yordania agar mereka mengizinkan jet tempur militer AS dan Israel memasuki wilayah udaranya, mencegat pesawat nirawak Iran yang ditembakan menuju Tel Aviv, ibu kota Israel.
Tak hanya Yordania, Kurilla kabarnya turut mengunjungi berbagai negara Teluk lainnya guna melobi para pimpinan agar mau memperkuat koalisi internasional dan regional bersama AS demi melindungi Israel dari serangan Iran.
“Kunjungan Jenderal Michael Erik Kurilla bertepatan dengan persiapan AS dan Israel untuk kemungkinan pembalasan Iran menyusul pembunuhan baru-baru ini terhadap para pemimpin senior Hamas dan Hizbullah, sebagaimana dinyatakan oleh dua pejabat AS yang dikutip oleh Anadolu.
Sebagaimana diketahui ketegangan di Timur Tengah mulai membara setelah Ismail Haniyeh bos besar Hamas dilaporkan tewas bersama seorang pengawalnya di gedung tempat mereka menginap di Teheran, Iran pada Rabu (31/7/2024) dini hari.
Media pemerintah Iran menjelaskan Haniyeh tewas lantaran diserang bom yang diselundupkan ke ibu kota Iran, Teheran. Namun setelah penyelidikan lebih lanjut, terungkap fakta bahwa kematian Haniyeh disebabkan oleh proyektil jarak pendek dengan isi bahan peledak 7 kilogram yang diluncurkan dari luar gedung kediaman Haniyeh.
Ketegangan semakin meningkat setelah pasukan Israel mengumumkan telah berhasil membunuh Fuad Shukr, tokoh kunci dalam transfer sistem panduan Iran untuk rudal jarak jauh Hizbullah. Shukr tewas dalam serangan udara di sebuah gedung di Beirut selatan pada pekan lalu.
Tak lama pengumuman itu dirilis, Militer Israel mengklaim bahwa pihaknya sukses membunuh wakil kepala produksi senjata kelompok milisi Jihad Islam di Palestina, Mohammed Al Jabari.
Imbas serangkaian pembunuhan tersebut, sejumlah milisi dan kelompok bersenjata Iran mengadakan pertemuan penting dengan perwakilan Hizbullah dari Lebanon, Hamas dari Palestina Kelompok Milisi Irak dan Houthi Yaman untuk membahas serangan balasan ke Israel.
“Perwakilan dari sekutu Iran di Palestina, Hamas dan Jihad Islam, serta gerakan Houthi yang didukung Teheran di Yaman, Hizbullah di Lebanon, dan kelompok perlawanan Irak akan menghadiri pertemuan di Teheran,” kata seorang pejabat senior Iran. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jenderal Iran: Serangan ke Israel Tidak Bisa Diprediksi dan Akan Mengejutkan, dan Perang Mendekat! AS Lobi Yordania Untuk Tangkis Serangan Drone Kiriman Iran ke Israel