TRIBUNWOW.COM - Hasil survei elektabilitas partai politik menempatkan Partai Gerindra mendapatkan efek ekor jas dari Pilpres 2024.
Pasalnya, Partai Gerindra terancam menggagalkan hatrick yang dicita-citakan oleh PDIP.
Berdasarkan hasil survei elektabilitas partai politik, Partai Gerindra berhasil mengungguli PDIP di tiga lembaga yang rilis terbaru:
Baca juga: Perbandingan Hasil Survei Elektabilitas Versi IPS, Buka Kemungkinan Satu Putaran setelah Debat
indEX
Dikutip dari Antara, survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research merilis hasil survei elektablitas partai politik, Rabu (17/1/2024).
Partai Gerindra menjadi yang paling unggul mengalahkan PDIP di posisi kedua.
Partai Gerindra mendapatkan elektabilitas 17,7 persen sementara PDIP di posisi kedua dengan 15 persen.
- Partai Gerindra: 17,7 persen
- PDIP: 15 persen
- Partai Golkar: 10,1 persen
- Partai Demokrat: 7,3 persen
- PKB: 7,1 persen
- PSI: 6,8
- PKS: 4,4 persen
- PAN: 3,3 persen
- Partai Nasdem: 2,8 persen
Survei indEX ini dilakukan pada periode 3-9 Januari 2024 pada 1.200 responden di seluruh provinsi di Indonesia.
Para responden dipilih secara acak bertingkat dan wawancara tatap muka.
Margin of error dari survei ini sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca juga: Terbaru! Hasil Survei Elektabilitas Capres-Cawapres Jelang Debat, Prabowo-Gibran sampai 50 Persen
IPS
Indonesia Polling Stations (IPS) juga merilis hasil survei elektabilitas pada Selasa (16/1/2024).
Berdasarkan rilis yang diterima, IPS menempatkan Partai Gerindra di urutan pertama dengan 22,1 persen.
Sementara PDIP di posisi kedua dengan 18,8 persen.
- Partai Gerindra: 22,2 persen
- PDIP: 18,8 persen
- Partai Golkar: 9,8 persen
- Partai Demokrat: 9,4 persen
- Partai Nasdem: 8,5 persen
- PKB: 7,8 persen
- PKS: 6,7 persen
- PAN: 3,8 persen
Survei IPS dilakukan pada 7-13 Januari 2024 atau setelah debat capres pada 7 Januari.
Jajak pendapat ini dilakukan di 38 provinsi yang ada di seluuh Indonesia dengan 1.220 responden.
Margin of error sekitar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.