"Kami telah bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memastikan mitra dan pelanggan kami aman," urai Narasimhan.
Surat tersebut merupakan upaya untuk mengurai posisi Starbucks dari kontroversi terkait perang.
Starbucks juga berusaha menjauhkan diri dari posisi pro-Palestina yang diambil oleh Starbucks Workers United, sebuah serikat pekerja Starbucks, yang telah membuat marah beberapa pendukung pro-Israel.
Perusahaan kopi tersebut mengatakan beberapa protes terkait perang di Gaza diakibatkan langsung oleh komentar serikat pekerja.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunWow dan Google News TribunWow untuk update berita populer lainnya
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul CEO McDonald's Akui Boikot Produk Pro-Israel Berdampak di Timur Tengah: Ini Mengecewakan