Perang Israel Vs Hamas

CEO McDonal's Kecewa Bisnisnya Rugi Besar, Aksi Boikot Imbas Perang Israel Vs Hamas Berdampak Nyata

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI McDonald's di Israel. Perang Israel vs Hamas membawa dampak besar bagi keberlangsungan bisnis McDonal's, yang kini mengalami kerugian parah.

TRIBUNWOW.COM - Perang Israel vs Hamas membawa dampak besar bagi keberlangsungan bisnis McDonal's.

Pasalnya, para pendukung Palestina dan Hamas di berbagai belahan dunia ramai-ramai melakukan aksi boikot produk McDonal's, lantaran dianggap mendukung Israel.

Aktivis pro-Palestina pun mengajak masyarakat di wilayah mereka untuk berganti ke produk alternatif yang tidak mendukung zionis.

Baca juga: Google Mengaktifkan Kembali Aplikasi yang Bantu Boikot Produk-produk yang Terafiliasi dengan Israel

Bisnisnya rugi besar di Timur Tengah, CEO McDonald's, Chris Kempczinski langsung mengungkapkan kekewaannya.

"Saya menyadari bahwa beberapa pasar di Timur Tengah dan beberapa pasar di luar kawasan mengalami dampak bisnis akibat perang dan misinformasi, terkait yang memengaruhi merek seperti McDonald's," ujar CEO McDonald's melalui unggahan LinkedIn.

"Ini mengecewakan dan tidak berdasar," imbuhnya.

Sebut Sumbangan Keputusan Sepihak Cabang Israel

Dua minggu setelah perang Israel-Hamas terjadi, cabang McDonald's di Israel mengunggah di akun media sosialnya bahwa mereka mengirimkan ribuan makanan gratis kepada personel tentara Israel.

Setengah unggahan itu, waralaba McDonald's di Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Yordania, Mesir, Oman, Arab Saudi, dan Lebanon mengeluarkan pernyataan, yang berisi sangkalan punya hubungan dengan waralaba Israel.

Beberapa di antaranya bahkan menjanjikan memberikan bantuan untuk Gaza.

"Sehubungan dengan pemberitaan bahwa McDonald's di Israel menyumbangkan makanan," terang waralaba McDonald's di Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.

"Kami menegaskan bahwa ini adalah keputusan individu mereka," urai pernyataan tersebut.

"Baik McDonald's global, kami, maupun negara lain tidak memiliki peran atau hubungan dengan keputusan tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung," tegas waralaba McDonald's di Arab Saudi.

Bukti Nyata Boikot Berdampak

Bagi Shahed Helmy, warga Kuwait, pernyataan CEO McDonald's menjadi bukti bahwa boikot bisa berdampak dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kesadaran akan perang Israel di Gaza.

"Saat ini, masyarakat berada pada titik di mana mereka telah menyaksikan kekejaman yang sangat besar di Gaza dan hal ini tidak dapat dimaafkan," katanya.

"Mereka akan mengingat apakah Anda mendukung genosida atau tidak. Jika Anda mendukung genosida, mereka akan memastikan Anda tidak melupakannya, dan itulah tujuan saya," katanya kepada Al Arabiya English.

Halaman
123