Kemudian pada poin 5 dituliskan, “Klub atau badan yang anggotanya (pemain dan/atau ofisial) melakukan pelanggaran sebagaimana diatur dalam ayat (1) dan pelanggaran tersebut dilakukan secara sistematis (contoh: dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa anggota dari klub atau badan tersebut) dapat dikenakan sanksi: A. Diskualifikasi, untuk klub non-Liga 1 dan non-Liga 2, B. Degradasi, untuk klub partisipan Liga 1 dan Liga 2. C. Denda sekurang-kurangnya Rp150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah).”
Selain itu, potensi lain yang dapat terimbas akibat adanya permasalahan tersebut adalah para pemain bintang PSS Sleman yang potensi hengkang jika Laskar Super Elja benar terdegradasi.
Baca juga: PSS Sleman Siaga 1: 5 Pemain Naik Daunnya Kans Kena Goda di Akhir Musim, Persija-Barito Pantau Sikon
Persis Solo
Berbeda dengan PSS Sleman, Persis Solo digelayuti awan mendung karena performa jebloknya di musim ini.
Seperti diketahui, Persis Solo saat ini bertengger di posisi ke-15 klasemen sementara Liga 1 2023/2024.
Persis Solo hanya mampu bukukan 25 poin dari 22 pertandingan.
Bahkan, tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu hanya terpaut 4 poin dari Arema FC yang berada di posisi zona merah degradasi.
Jika tak kunjung membaik, bukan menutup kemungkinan Persis Solo bakal terjerembab lebih dalam ke zona degradasi.
Mengingat, performa angin-anginan hingga margin poin yang hanya tipis dari tiga tim yang berada di zona degradasi yang dihuni oleh Arema FC, Persikabo 1973, dan Bhayangkara FC.
Baca juga: Sosok di Luar Dugaan Barito Putera Terancam Out: Persija, PSIS dan PSS Sleman Potensi Turun Tangan
(TribunWow.com/Adi Manggala S)