Umpatan bernada kritikan untuk manajemen Persis Solo itu diungkap Pasoepati pada Instagram resmi tim seusai pertandingan kontra Dewa United.
"Messidoro karo riyandi ndang pindah ya, mesakne ndak nilai juale dadi elek," tulis @bag****
"Mesakke Sananta," tulis @revaaaa****
"Sananta musim ngarep pindah wae mesakke, " tulis @ipacii****
"dadio dodolan jersey wae sis, nek ngene mesakne karir e sananta," tulisĀ '@billal****
"Persis solo itu hanya bermain dengan SANANTA & MESSIDORO," @yosre****
"Persis solo itu hanya bermain dengan SANANTA & MESSIDORO," tulis @arif_fidi****.
Jika tak kunjung memperbaiki performa, tak menutup kemungkinan Persis Solo bakal turun kasta dan banyak ditinggal oleh para pemain bintangnya.
Baca juga: Persis Solo Dibuat Malu Dewa United, Pasoepati Sindir Tajam 2 Sosok di Luar Dugaan Ini, Ungkit PSIS
PSS Sleman
Berbeda dengan Persis Solo, PSS Sleman sejatinya masih berada di posisi ke-12 dan berjarak 5 poin dari Arema FC yang bertengger di batas zona degradasi.
PSS Sleman saat ini mengoleki 26 poin dari 23 pertandingan dengan rincian 6 kali catat kemenangan, 8 seri dan 9 kali kalah.
Terkini, ancaman nyata PSS Sleman terjerembab zona merah degradasi justru datang dari kasus yang kini menerpa tim berjuluk Laskar Super Elja tersebut.
Sebagaimana diketahui, PSS Sleman kini harus menelan pil pahit terseret dalam kasus dugaan match fixing.
Match fixing tersebut terjadi di laga PSS Sleman kontra Madura FC di babak 8 besar Liga 2 2018 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 6 november 2018.
Dalam jalannya laga, terlihat beberapa kejanggalan terjadi.