"Saya merasa hal ini perlu karena akan sangat menjijikkan jika merayakannya di tengah genosida," katanya.
"Saya tahu mereka kelaparan dan dibom tanpa henti."
"Saya ragu bahwa perayaan Tuhan dan penyelamat kita adalah prioritas mereka ketika mereka saat ini sedang disiksa oleh negara kolonial apartheid yang rasis yang berdedikasi untuk menghapus mereka," dia menambahkan.
Baca juga: Peta Kekuatan Anies-Imin Versi Survei Litbang Kompas, Elektabilitas Naik di Jateng dan Kalimantan
Dikutip dari BBC, warga umat Kristen juga tak luput dari serangan Israel di Gaza.
Seperti yang terjadi pada 5 November 2023 lalu di mana gereja turut jadi sasaran tentara Israel.
Saba yang merupakan Sekretaris Dewan Gereja Ortodoks Arab menderita luka di kepala, punggung, dan kaki.
Dia bercerita bahwa sebuah roket jatuh tepat di gedung kantor dewan gereja.
Roket itu dalam sekejap menewaskan sembilan orang dari satu keluarga yang sama.
"Pengeboman itu begitu dashyat, seperti gempa bumi," kata Saba. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)