Bank BRI Memberikan Makna untuk Indonesia, 2 Pejuang UMKM Kuliner di Sragen dan NTT Jadi Saksi Nyata

Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: adisaputro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Potret warung Ibu Kartini di Sragen, Jawa Tengah (kiri) dan Sahrul di Nusa Tenggara Timur (kanan). Dua pelaku UMKM yang berhasil berkembang berkat adanya prorgram bantuan peminjaman modal Bank BRI.

Sedangkan untuk nominal pinjaman, Kartini menyebutkan melakukan peminjaman untuk KUR sebesar Rp. 50 juta dan KUPRA sebesar Rp 100 juta.

"Yang pertama itu KUR, saya ambil dua kali ini, pertama Rp 50 juta, yang kedua 100 juta itu Kupra," imbuhnya.

Terkini, Kartini sukses memiliki tiga cabang, di mana untuk cabang satu lainnya saat ini masih dalam proses renovasi.

"Hasilnya bisa bikin 3 cabang, bisa buat muter, pertama buat bangun warung baru sendiri bukan ngontrak lagi, kedua cabang satu, ketiga cabang yang satunya lagi, ini lagi proses untuk pembangunan cabang ketiga, rencana bulan Januari mau renovasi," beber Kartini.

Selain itu, omset Kartini juga berhasil naik drastis menjadi Rp 1 sampai dengan 2 juta.

"Omset sampai 1-2 jutaan," ungkapnya.

Bahkan, Kartini kembali membuka lahan bisnis baru dengan berjualan es teh jumbo.

Alhasil, wanita kelahiran Pati itu kembali berhasil membuka lapangan kerja baru.

Dari yang semula 2 orang, kini Kartini bisa memberikan lapangan kerja bagi 7 karyawannya.

"Terus saat ini kan baru tren-trennya esteh jumbo, nah terus lagi saya buka satu lagi es teh jumbo saya kasih karyawan dua, shift pagi dan malam, semua karyawan saya 7," terangnya.

Potret UMKM Sragen yang berjualan kuliner dan sukses mengembangkan usahanya berkat BRI. (HO TribunWow.com)

Pejuang UMKM dari NTT, Berkembangnya Usaha Bakso & Mie Ayam Berkat BRI

Tak pernah disangka, Sahrul Lapulu (39), dapat mengembangkan bisnisnya di bidang kuliner dengan berjualan bakso dan mie ayam.

Pria yang tinggal di Oelaba, Kabupaten Rote Ndao, NTT itu sudah menggeluti bisnis kulinernya sejak 2018 lalu.

Berawal dari kejelihannya membaca peluang usaha, Sahrul akhirnya dengan tekad besar memberanikan diri untuk terjun di dunia wirausaha sebagai penjual bakso dan mie ayam.

Mengingat, di desanya yakni Oelaba, sebelumnya tidak ada pelaku UMKM kuliner yang menjajakan bakso dan mie ayam.

Halaman
1234