TRIBUNWOW.COM - Calon Presiden Anies Baswedan memberikan kritikan terkait program Presiden Jokowi yakni food estate.
Dikutip dari Kompas.com, Anies Baswedan mengatakan jika food estate yang digarap pemerintahan Jokowi tak memihak pada petani.
Sebaliknya, justru program food estate hanya menguntungkan korporasi.
Menanggapi hal tersebut, sejumlah menteri memberikan komentarnya untuk mempertanyakan pernyataan Anies Baswedan.
Baca juga: Setelah IKN Timbulkan Ketimpangan, Kritik Anies Baswedan untuk Jokowi Kini Menyasar Food Estate
Menteri Pertanian
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan saat ini program food estate tetap dilanjutkan meski mendapat kritikan dari Anies Baswedan.
Dikutip dari Antara, program food estate dirancang untuk menjadi cadangan pangan di negara.
"Kita membangun food estate itu untuk cadangan berjaga-jaga," kata Amran, Jumat (1/12/2023).
"Dikelola skala besar, itu untuk cadangan negara dikelola dengan pertanian modern. Sekarang sawah kita kan kecil-kecil tuh di Indonesia, nantinya skalanya besar, sehingga memungkinkan untuk pertanian modern," tambahnya.
Terkait dengan pandangan Anies Baswedan, Amran Sulaiman mengatakan itu adalah hal yang biasa dalam demokrasi.
"Ada memang berpandangan berbeda, tetapi ini saya kira harus kita lanjutkan," tambah Amran Sulaiman.
"Berbeda pandangan itu biasa, tetapi ini sekali lagi kita lanjutkan. Kita ingat, sudah pernah swasembada kan itu 2017, 2019, 2020. Nah kita lanjutkan karena ini sesuatu yang baik," tambahnya.
Baca juga: Aktivitas 3 Capres-Cawapres di Hari Kedua Kampanye: Anies-Cak Imin, Prabowo-Gibran, Ganjar-Mahfud
Menko Perekonomian
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto juga turut mengomentari kritikan Anies Baswedan.
Diketahui, Anies Baswedan juga menyebut akan mengganti food estate dengan contract farming.