TRIBUNWOW.COM - Serangan Hamas ke kubu Israel secara tiba-tiba pada Sabtu, 7 Oktober 2023 lalu berbuntut panjang.
Dilansir TribunWow.com, pada Sabtu 7 Oktober 2023 lalu, Hamas sempat meluncurkan ribuan roket dari Jalur Gaza menuju Israel dan mengakibatkan banyak korban jiwa berjatuhan.
Akibatnya, beberapa negara seperti Amerika Serikat hingga Arab Saudi turut memberi responsnya terkait konflik Hamas dengan Israel tersebut.
Baca juga: Profil Hamas, Kelompok Palestina yang Serang Israel dalam Operasi Badai Al-Aqsa
Kini, pihak Hamas menyebut mental pasukan Israel telah jatuh buntut serangannya tersebut dan menilai bantuan kapal tempur dan jet dari Amerika Serikat adalah hal yang sia-sia.
Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews.com pada Senin, 9 Oktober 2023, juru bicara Hamas yakni Hazem Qasem menyatakan bahwa bantuan Amerika Serikat untuk mengankgat mental pasukan Israel sia-sia.
Menurut Hamas, mental para prajurit Israel telah jatuh setelah adanya serangan yang terkoordinir yang membuat ratusan korban jiwa berjatuhan serta tertangkapnya petinggi-petinggi perwira militer.
Hamas juga tak gentar dengan bantuan Amerika Serikat yang mengirimkan kapal induk untuk menakut-nakuti.
"Pejuang perlawanan Palestina akan terus membela rakyatnya dan tempat-tempat suci mereka," tutur Hazem Qasem.
Sebelumnya, pihak Amerika Serikat melalui sang Menteri Pertahanan, yakni Lloyd Austin mendeklarasikan dukungan kepada Israel dengan berencana mengirimkan kapal induk pengangkut jet temput yang bakal dikirim ke Mediterania Timur.
Israel juga bakal mendapat bantuan amunisi dan perlengkapan militer yang hendak dikirim oleh Amerika Serikat.
Baca juga: PBB Gelar Pertemuan Tertutup Bahas Palestina dan Israel, Gagal Capai Konsensus
Perang Israel Vs Hamas
Pada Sabtu (7/10/2023) pagi, Hamas melancarkan Operasi Badai Al Aqsa terhadap Israel.
Peristiwa akhir pekan kemarin merupakan eskalasi besar-besaran sejak perang yang berlangsung 11 hari pada 2021 kemarin.
Hamas menyatakan telah menembakkan 5.000 roket dari Jalur Gaza.
Israel mengonfirmasi bahwa para pejuang kelompok tersebut telah memasuki wilayahnya.