Ponpes Al Zaytun dan Ajarannya

Pimpinan Ponpes Al Zaytun Dituding Pelecehan Seksual, Panji Gumilang Minta Dilayani 5 Kali Seminggu

Editor: Khistian Tauqid
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Panji Gumilang, Pimpinan Ponpes Al Zaytun Indramayu, Jawa Barat, saat memberikan klarifikasi di sebuah acara televisi, diunggah Rabu (28/6/2023).

TRIBUNWOW.COM - Polemik Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun dan pimpinannya Panji Gumilang malah jadi melebar.

Kali ini tuduhan Panji Gumilang dan Ponpes Al Zaytun tidak hanya melakukan penistaan agama Islam.

Panji Gumilang disebut-sebut melakukan pelecehan seksual pada pegawainya.

Baca juga: UPDATE Polemik Ponpes Al Zaytun, Sederet Ahli Agama Jadi Saksi Dugaan Penistaan Agama Panji Gumilang

Dugaan pelecehan seksual itu turut diungkap mantan wali santri Ponpes Al Zaytun dan eks anggota NII KW9, Leny Siregar.

Dalam kanal YouTube METRO TV, Leny Siregar bahkan membongkar bukti dugaan pelecehan seksual di lingkungan Ponpes Al Zaytun.

Ia mengaku memiliki bukti berupa rekaman suara dan video.

"Kalau ditanya pendapat saya ya benar karena saya sudah mendengar langsung voice note yang saya yakini itu suaranya dia, pimpinan pesantren, PG, kepada korbannya," ucap Leny.

"Saya juga melihat satu video percakapan yang ada di sana terdapat kode untuk mengajak berhubungan," imbuhnya.

"Kalau orang dewasa pasti mengerti, jadi itu menguatkan voice note sebelumnya," lanjut Leny.

Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang saat memberikan khutbah Idul Adha pada Kamis 29 Juni 2023. (YouTube Al-Zaytun Official)

Baca juga: Bareskrim Polri dan PPATK Selidiki 256 Rekening Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Mahfud MD sampai Curiga

Setelah kontroversi Ponpes Al Zaytun mencuat, Leny turut berharap dugaan pelecehan seksual di lingkungan pesantren segera diungkap.

Menurut Leny, korban pelecehan tersebut adalah seorang pegawai di Ponpes Al Zaytun.

"Korban pegawai yang ditempatkan jauh dari lingkungan pesantren, jadi di belakang, gudang beras," ujar Leny.

Ironisnya, kata Leny, Panji Gumilang diduga memberi doktrin agar korban menurut saat dilecehkan.

Dalam seminggu, bahkan korban bisa diminta melayani berkali-kali.

"Awalnya korban cerita ke saya bahwa dia dipaksa dan ada dokterin yang harus patuh apa pun yang diserukan pimpinan pesantren," ucap Leny.

Halaman
1234