"Yang seakan-akan orang besar sudah ditaklukkan oleh Beliau."
"Menurut saya bukan di kalangan santri, di kalangan pengikutnya."
Baca juga: Kontroversi Al Zaytun Masih Berlanjut, Panji Gumilang Imbau Wali Santri Tak Sering Datang ke Ponpes
Baca juga: Tak Pakai Jas dan Peci, Ini Penampilan Santai Panji Gumilang saat Temui Polisi di Ponpes Al Zaytun
Selanjutnya, Muhammad Ikhsan turut menyinggung pejabat dan parpol yang memanfaatkan suara santri Ponpes Al Zaytun dan pengikut Panji Gumilang.
Ia tak memungkiri ada sejumlah parpol yang menjadi langganan suara di Ponpe Al Zaytun.
"Yang ketiga, golongan yang datang sebagai kerja sama simbiosis mutualisme," ujar Muhammad Ikhsan.
"Ya partai, calon-calon tertentu."
"Saya dua kali mengikuti pemilihan di sana masih dikondisikan itu."
"99 persen pasti suaranya bulat, bahkan adik kelas saya ada yang beberapa kali milih, dihapus tintanya terus milih lagi," tukasnya.
Reaksi Moeldoko Dituding Jadi Bekingan Al Zaytun
Di sisi lain,
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko akhirnya buka suara soal isu menjadi bekingan Panji Gumilang dan Ponpes Al Zaytun, Indramayu.
Dilansir TribunWow.com, Moeldoko mengakui pernah beberapa kali menyambangi Ponpes Al Zaytun.
Namun, ia membantah jika disebut melindungi Panji Gumilang dan Ponpes Al Zaytun dari jeratan hukum.
Hal itu diakui Moeldoko dalam wawancara eksklusif yang tayang di kanal YouTube tvOneNews, Kamis (6/7/2023).
Mantan Panglima TNI itu menyebut tak hanya dirinya pejabat yang pernah datang ke Al Zaytun.