"Laporan rutin Menhan ke Presiden," ujar Dahnil, Minggu (11/6/2023) seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Sementara itu, pihak Istana melalui melalui Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, mengatakan pemanggilan ini adalah hal biasa.
Pasalnya, Jokowi sebagai presiden memang kerap memanggil menterinya ke Istana.
"Kan biasa Bapak Presiden memanggil menteri-menterinya. Tentunya ada hal yang perlu dibahas atau didikusikan dengan menteri yang dipanggil," ujar Bey, Jumat (9/6/2023), dikutip dari Tribunnews.
Baca juga: Viral Kesaksian Mayjen Purn Musa Bangun soal Persatuan Jokowi-Prabowo, Samakan dengan Soekarno-Hatta
Bey pun menyebut Jokowi telah menanyakan soal proposal perdamaian Rusia-Ukraina yang diusulkan Prabowo di forum internasional.
Bey mengatakan, Jokowi akan menyampaikan hasil diskusinya dengan Prabowo kepada awak media.
"Bapak Presiden tentunya sudah menanyakan terkait masalah ini. Tapi untuk hasil pembahasannya apa, pada saatnya Bapak Presiden akan menyampaikan langsung pada teman-teman media," ujar Bey.
Diketahui, Prabowo Subianto mengusulkan sejumlah hal terkait perdamaian Rusia-Ukraina dalam forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu (3/6/2023) lalu.
Dikutip dari akun Instagram @indonesiaadilmakmur, berikut ini lima poin usual Prabowo terkait konflik Rusia vs Ukraina.
"Akhiri peperangan Rusia-Ukraina, Pak @Prabowo mengusulkan saran berikut di IISS Shangri-la Dialogue 2023;
01. Kedua belah pihak yang berkonflik segera menyepakati gencatan senjata dan menghentikan permusuhan.
02. Pasukan pemantau dan pengamat PBB segera dibentuk dan diterjunkan di sepanjang zona demiliterisasi tersebut.
03. Pasukan pemantau dan ahli dari PBB tersebut perlu terdiri dari kontingen dari negara- negara yang disepakati oleh baik Ukraina maupun Rusia.
04. Kedua belah pihak segera menarik mundur pasukan dari posisi masing-masing saat ini sejauh 15 kilometer dari garis depan ke zona demiliterisasi yang baru.
05. PBB segera mengorganisir dan melaksanakan referendum di wilayah yang menjadi sengketa untuk memastikan secara objektif aspirasi mayoritas dari penduduk di wilayah- wilayah tersebut," tulis akun resmi @indonesiaadilmakmur, Sabtu (3/6/2023). (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gerindra Bicara Pertanda Baik di Balik Senyum Prabowo Usai Dipanggil Jokowi ke Istana"