TRIBUNWOW.COM - Ada pertanda baik saat Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto senyum-senyum usai dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana.
Dilansir Kompas.com, hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Habiburokhman saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/6/2023).
Habiburokhman mengatakan, jika Prabowo Subianto tertawa lebar dan ceria, maka telah terjadi komunikasi yang sangat baik antara keduanya.
Baca juga: Prabowo Full Senyum? Pendukung Makin Banyak, Terbaru Emak-emak 08 Priangan Timur Deklarasi Dukungan
"Ya pasti kan kalau orang tersenyum, tertawa lebar, dan Pak Prabowo ceria, terus berarti pertanda baik. Pasti terjadi komunikasi yang sangat baik antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi," ujar Habiburokhman
Namun, Habiburokhman mengaku tidak tahu secara detail apa yang Prabowo dan Jokowi bicarakan dalam pertemuan di Istana tersebut.
"Ya pasti tentang masa depan bangsa ini, bagaimana keberlanjutan capaian-capaian pemerintahan ini ke depan seperti apa, pasti kan beliau berdua ngomong soal kebangsaan," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto tampak semringah setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Jumat (9/6/2023).
Baca juga: Ganjar Pranowo Pede Jokowi Dukung Dirinya Katimbang Prabowo jadi Capres, Singgung Kode Rambut Putih
Untuk diketahui, Prabowo dipanggil Presiden Jokowi ke istana pada 9 Juni 2023.
"Kami sempat ketemu Pak Prabowo kemarin sepulang dari istana, beliau senyum-senyum dan beliau tertawa lebar," kata Muzani saat ditemui di GOR Otista, Jakarta pada 10 Juni 2023.
Muzani mengaku, ia belum mengetahui isi pertemuan di istana tersebut karena Prabowo masih merahasiakannya.
Wakil ketua MPR ini juga mengaku sudah bertanya kepada Prabowo mengenai kemungkinan adanya sinyal dukungan kepada Prabowo selepas pertemuan di istana.
"Saya juga bertanya begitu kepada Pak Prabowo, jawabannya, 'loe mau tau aja', tapi jawaban itu disampaikan oleh beliau dengan semringah, dengan senyum, dan dengan suasana yang rileks," ujar Muzani.
Oleh karena itu, Muzani berkesimpulan bahwa pertemuan antara Jokowi dan Prabowo merupakan pertanda baik bagi pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2024.
Laporan Rutin
Di sisi lain, Jubir Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemanggilan Prabowo adalah untuk laporan rutin.
"Laporan rutin Menhan ke Presiden," ujar Dahnil, Minggu (11/6/2023) seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Sementara itu, pihak Istana melalui melalui Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, mengatakan pemanggilan ini adalah hal biasa.
Pasalnya, Jokowi sebagai presiden memang kerap memanggil menterinya ke Istana.
"Kan biasa Bapak Presiden memanggil menteri-menterinya. Tentunya ada hal yang perlu dibahas atau didikusikan dengan menteri yang dipanggil," ujar Bey, Jumat (9/6/2023), dikutip dari Tribunnews.
Baca juga: Viral Kesaksian Mayjen Purn Musa Bangun soal Persatuan Jokowi-Prabowo, Samakan dengan Soekarno-Hatta
Bey pun menyebut Jokowi telah menanyakan soal proposal perdamaian Rusia-Ukraina yang diusulkan Prabowo di forum internasional.
Bey mengatakan, Jokowi akan menyampaikan hasil diskusinya dengan Prabowo kepada awak media.
"Bapak Presiden tentunya sudah menanyakan terkait masalah ini. Tapi untuk hasil pembahasannya apa, pada saatnya Bapak Presiden akan menyampaikan langsung pada teman-teman media," ujar Bey.
Diketahui, Prabowo Subianto mengusulkan sejumlah hal terkait perdamaian Rusia-Ukraina dalam forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu (3/6/2023) lalu.
Dikutip dari akun Instagram @indonesiaadilmakmur, berikut ini lima poin usual Prabowo terkait konflik Rusia vs Ukraina.
"Akhiri peperangan Rusia-Ukraina, Pak @Prabowo mengusulkan saran berikut di IISS Shangri-la Dialogue 2023;
01. Kedua belah pihak yang berkonflik segera menyepakati gencatan senjata dan menghentikan permusuhan.
02. Pasukan pemantau dan pengamat PBB segera dibentuk dan diterjunkan di sepanjang zona demiliterisasi tersebut.
03. Pasukan pemantau dan ahli dari PBB tersebut perlu terdiri dari kontingen dari negara- negara yang disepakati oleh baik Ukraina maupun Rusia.
04. Kedua belah pihak segera menarik mundur pasukan dari posisi masing-masing saat ini sejauh 15 kilometer dari garis depan ke zona demiliterisasi yang baru.
05. PBB segera mengorganisir dan melaksanakan referendum di wilayah yang menjadi sengketa untuk memastikan secara objektif aspirasi mayoritas dari penduduk di wilayah- wilayah tersebut," tulis akun resmi @indonesiaadilmakmur, Sabtu (3/6/2023). (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gerindra Bicara Pertanda Baik di Balik Senyum Prabowo Usai Dipanggil Jokowi ke Istana"