Terkini Daerah

Duduk Perkara Siswa SMA Dianiaya 2 Polisi, Disuruh Minum Ampas Kopi hingga Mulut Disumpal Uang

Editor: Jayanti Tri Utam
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Seorang siswa SMA di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial RO, mengaku dianiaya oknum polisi di Polsek Amarasi.

"Karena dada terasa sakit hingga setengah mati, saya sempat menangis," ungkap dia.

Bukannya kasihan melihat RO menangis, E justru membentak dan memarahinya.

RO pun disuruh berlutut.

Tak lama kemudian, muncul polisi berinisial F dan memukulnya sebanyak dua kali di kepala bagian belakang.

Dalam kondisi berlutut, polisi E kembali menampar RO di bagian wajah, hingga bibirnya bengkak.

"Setelah itu, salah satu anggota intel menyuruhnya saya duduk di kursi. Saat itu, E terus bertanya ke saya. Selama bertanya, E selalu menampar saya berulangkali," ungkap dia.

Kemudian, E mengambil uang Rp 50.000 dan dan menyumpal di bagian mulut korban.

Tak sampai di situ, korban lalu disuruh bernyanyi lagu Indonesia Raya di depan tiang bendera.

Baca juga: Viral Pengamen Wanita Aniaya Anaknya Sendiri, Pelaku Ngaku Gara-gara Korban Punya Kelainan

RO lantas disuruh pergi membeli biskuit di kios yang berada dekat kantor Polsek.

Kesempatan itu dimanfaatkan RO untuk melaporkan kejadian itu ke orangtua dan keluarganya.

"Saya takut kembali ke kantor polisi karena akan dianiaya lagi. Saya takut karena mereka saya anggap mengeroyok saya seperti binatang," kata dia.

Tak terima anak mereka dianiaya, ibu dan kakeknya lalu mendatangi Polsek Amarasi dan menanyakan alasan RO dipukul.

Di hadapan orangtua korban, polisi E membantah telah menganiaya korban.

Ibunya yang kecewa sempat bersuara keras.

Para polisi yang ada di situ hanya terdiam.

Halaman
123