Pilpres 2024

Sebut Jokowi Tak Hanya Cawe-cawe Pilpres 2024, Amien Rais Singgung Pakde Besar: Sudah Ugal-ugalan

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Ketua MPR Amien Rais. Terbaru, Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais mengkritik tajam Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena mengaku cawe-cawe di Pilpres 2024.

TRIBUNWOW.COM - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais mengkritik tajam Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena mengaku cawe-cawe di Pilpres 2024.

Hal ini ia sampaikan dalam channel YouTubenya, @amienraisofficial, Kamis (1/6/2023).

Menurut Amien Rais, Jokowi tidak hanya cawe-cawe, tapi sudah bertindak ugal-ugalan.

Baca juga: Amien Rais Puji Keberanian Denny Indrayana Kritik Pemerintahan Jokowi, Sebut Memang Tak Masuk Akal

"Di beberapa kesempatan Jokowi tegas mengatakan bahwa tidak ada yang salah kalau dia cawe-cawe mengatur kemenangan jagoannya supaya jadi presiden penerusnya," ucap Amien Rais.

"Ini sebuah logika tanpa etika, sebenarnya istilah cawe-cawe dalam bahasa Jawa berarti mencampuri urusan orang lain yang bukan haknya."

"Dan sifat campur tangan dalam istilah cawe-cawe itu ringan saja," imbuhnya.

Amien Rais kemudian menyebut Jokowi melakukan intervensi dalam Pilpres 2024.

"Saya lihat Jokowi bukan lagi sekedar cawe-cawe tetapi intervensi langsung dengan mengerahkan semua resources yang ia miliki secara ugal-ugalan," kata Amien.

"Seluruh aparat di bawah kendalinya dikerahkan untuk mencapai target politiknya," imbuh Amien Rais.

Mantan Ketua MPR RI itu kemudian menyebut minimal ada dua target yang ingin dicapai Jokowi.

Pertama melindungi keluarga dan orang dekatnya dari hukum.

"Kedua, supaya kebijakan politiknya yang menjadikan Indonesia jadi subordinat Beijing tetap diteruskan," ujar Amien Rais.

"Jangan sampai Pakde Xi Jinping, Pakde Besar menjadi murka pada Pakde Kecil, Pak Jokowi, karena rencana pencaplokan Indonesia secara perlahan oleh RRC menjadi sulit atau terhambat, jangan sampai terjadi, itu versi Xi Jinping besar," tambah Amien Rais.

Sebelumnya, Jokowi mengakui melakukan cawe-cawe pada Pilpres 2024.

Hal ini disampaikan Jokowi saat bertemu para pimpinan media nasional dan pegiat media sosial, Senin (29/5/2023).

Jokowi mengaku harus cawe-cawe demi kepentingan negara.

Baca juga: Amien Rais Ungkap Larangan Megawati yang Justru Dilakukan Jokowi sebagai Presiden: Saya Kaget!

"Ya cuma cawe-cawe sih. Ada lebih dari 7 kali pak presiden mengatakan cawe-cawe," ujar GM News and Current Affairs Kompas TV, Yogi Nugraha, Senin (29/5/2023), dikutip dari Tribunnews.

Menurut Yogi, awalnya Jokowi membahas momentum penting 13 tahun ke depan.

"Kemudian dikaitkan lah dengan soal Capres. Tadi (Jokowi) mengatakan begini 'Pemimpin di tahun 2024, 2029 dan 2034 itu sangat krusial untuk mewujudkan 13 tahun',” katanya.

"Ya saya untuk hal ini, (momentum 13 tahun), saya (Jokowi) harus cawe-cawe. Karena untuk kepentingan negara" sambungnya.

Yogi menyebut, Jokowi saat itu mengatakan dirinya akan tetap mengikuti cara berpolitik yang baik meski cawe-cawe.

Baca juga: Ungkit 5 Hal Memalukan Presiden, Amien Rais: Pak Jokowi, Hentikan Manuver Politik Ugal-ugalan Anda

"Bahwa saya punya cara cawe-cawe dan saya tahu persis bagaimana cara berpolitik yang baik,” ucap Yogi menirukan pernyataan Jokowi.

Di sisi lain, pihak Istana melalui Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin menjelaskan soal tujuan Jokowi cawe-cawe dalam Pilpres 2024.

Hal ini tak lain untuk memastikan kelanjutan kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi saat ini, seperti rencana pembangunan IKN.

"Presiden ingin pemimpin nasional ke depan dapat mengawal dan melanjutkan kebijakan-kebijakan strategis seperti pembangunan IKN, hilirisasi, transisi energi bersih," ujar Bey, (30/5/2023).

Meski demikian, Jokowi disebut akan tetap menghormati dan menerima pilihan rakyat di Pilpres 2024 nanti, serta akan membantu transisi pemerintahan dengan baik. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Berita terkait Pilpres 2024