Terkini Nasional

Ungkit 5 Hal Memalukan Presiden, Amien Rais: Pak Jokowi, Hentikan Manuver Politik Ugal-ugalan Anda

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Amien Rais sebut manuver politik yang dilakukan Jokowi berbahaya, Kamis (1/6/2023).

TRIBUNWOW.COM - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais memberikan pesan terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini ia sampaikan lewat channel YouTubenya, @amienraisofficial, Kamis (1/6/2023).

Dalam pembukannnya, Amien Rais langsung mengimbau Jokowi agar menghentikan manuver politiknya.

Baca juga: PKB Sindir Anies yang Khawatir Jokowi Cawe-cawe Pilpres 2024: Khawatir Elektoralnya Tak Naik?

Pasalnya, manuver politik ini menurut Amien Rais sudah ugal-ugalan.

"Pak Jokowi, hentikan manuver politik Anda," ujar Amien Rais.

"Jadi saya mengikuti dalam beberapa hari ini terakhir ini manuver berbahaya yang dilakukan oleh Jokowi lewat tangan-tangan kekuasannya."

"Manuver yang tanpa ragu-ragu juga tanpa rasa malu," imbuh Amien Rais.

Ia pun menyoroti lima hal memalukan yang ia sebut dilakukan oleh Jokowi.

Pertama terkait penambahan masa jabatan ketua KPK selama satu tahun, yang diputuskan oleh MK, di mana ketua MK merupakan adik ipar Jokowi.

"Mahkamah Konstitusi (MK) yang diketuai adi iparnya, Anwar Utsman, memutuskan menambah satu tahun lagi buat Firly Cs sebagai pimpinan KPK," ucap Amien Rais.

Amien Rais pun menyindir ucapan Anwar yang mengaku tidak takut pada apa pun kecuali Allah, namun justru takut pada Jokowi.

Kedua, yang Amien Rais juga menyoroti pembentukan Tim Percepatan Reformasi Hukum oleh Mahfud MD, yang menurutnya tentu sudah seizin Jokowi.

Menurut Amien Rais, ada keanehan dalam tim ini.

"Tapi anehnya, hasil tim tersebut nantinya berupa naskah akademis dan rancangan tahapan reformasi hukum itu, diperuntukkan buat pemerintah yang akan datang," ungkap Amien Rais.

Baca juga: Survei Fixpoll: Elektabilitas Prabowo Subianto Tertinggi di Jawa Timur, Lampaui Ganjar dan Anies

Amien Rais menilai, tim ini justru merupakan hinaan bagi presiden terpilih nanti.

Halaman
12