"Memang Firman ini ada kurang, tapi sekarang di SLB dia sudah nyaman, senang, temannya juga banyak. Dia sering lupa," ujarnya.
Meski begitu, Suwadi mengapresiasi semangat belajar anaknya.
Suwadi juga berterima kasih kepada guru di sekolah anaknya terdahulu.
"Gurunya bilang kondisi Firman, saya jadi tahu memang Firman kurang pemikiran. Sekarang setelah pindah sekolah, Firman menjadi lebih baik," kata Suwadi.
"Jadi setelah saya diberitahu guru tersebut, Firman pindah ke SLB. Tidak ada masalah, yang penting bisa tetap sekolah. Setiap hari jalan empat kilo ke SLB," ujarnya.
Baca juga: Tak Hanya karena Dibully Temannya, Ini Faktor Utama Siswa SD di Salatiga Harus Pindah ke SLB
Secara fisik dan komunikasi, menurut Suwadi, tidak ada yang aneh dengan Firman.
"Biasa saja, bicara juga lancar. Setiap hari juga biasa, main dengan teman-temannya," ungkapnya.
Setiap hari mereka harus berjalan kaki sejauh kurang lebih empat kilometer dari rumah menuju sekolah.
"Ya capek tidak capek, kalau anaknya punya niat, kita orangtua mengantar saja," ungkapnya.
3. Fokus Sekolah
Suwadi berharap tidak ada masalah terkait viralnya video tersebut.
"Jangan sampai ada masalah, semua orang baik, semoga semua diberi rezeki lancar. Pokoknya jangan sampai ada masalah," pintanya.
Dia mengungkapkan saat ini memang fokus kepada sekolah Firman.
"Kakaknya yang pertama sudah punya suami, yang satu sudah lulus SMA. Jadi tinggal Firman ini yang masih sekolah," kata Suwandi.
"Kalau saya kerja serabutan, ibunya kerja membuat besek untuk ikan itu, sehari dapat Rp 13.000. Lumayan masih bisa buat makan dan sekolah," paparnya.