TRIBUNWOW.COM - Viral curhatan seorang pria mengeluhkan lambannya penanganan perawat di puskesmas yang menyebabkan istrinya meninggal dunia.
Dikutip dari Tribun Sumsel, peristiwa memilukan itu dialami seorang pria bernama Lika Santosa, warga Desa Pauh 1, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Berdasarkan ceritanya, sang istri yang hendak melahirkan di Puskesmas Pauh, diduga tidak mendapat pelayanan dengan baik oleh tenaga kesehatan di sana.
Baca juga: Jengkel Ditinggal Tidur oleh Perawat, Viral Curhatan Suami Kehilangan Nyawa Istrinya yang Hamil
Hingga akhirnya istri dan calon bayinya yang masih dalam kandungan meninggal dunia.
Padahal, itu adalah anak pertamanya, dari buah pernikahan mereka pada tanggal 13 Maret 2022 lalu.
Lika Santosa pun curhat di medsos Facebook milik pribadinya hingga viral di jagat maya.
Dia memposting curhatannya itu di medsos, Minggu (28/5/2023) malam.
Sementara menurut Lika Santosa, kejadian tersebut terjadi 20 hari yang lalu, pada Selasa 9 Mei 2023.
Lika Santosa mengungkapkan alasannya baru curhat di medsos setelah 20 hari pasca-kejadian.
Selain masih dalam suasana berduka, dia juga menunggu tindak lanjut dari pimpinan Puskesmas Pauh terhadap dugaan kelalaian anak buahnya.
"Karena saya masih menunggu, itu sudah dilapor kepada pimpinannya, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut, itulah makanya saya viralkan," ujar Lika Santosa dihubungi TribunSumsel.com, Senin (29/5/2023).
Dia mengaku sangat kesal dan menyayangkan lambannya pihak Puskemas Pauh memutuskan untuk memberikan rujukan ke rumah sakit.
Baca juga: Pengakuan Penjual Minuman saat Bertemu Viky, Siswa SMA yang Viral Pingsan setelah Jalan Kaki 16 Km
Hingga akhirnya Lika Santosa harus kehilangan istri dan calon bayinya itu untuk selama-lamanya.
"Yang membuat kesal saya itu kenapa dari jam satu setengah pecah ketuban itu sampai jam lima baru ngasih rujukan kalau memang kesusahan. Harusnya mereka cepat-cepat ngasih rujukan kalau satu jam saja sudah pecah ketuban belum lahir, ini malah lari ke ruangan katanya mau tidur dulu," kesal Lika Santosa.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara belum bisa menjelaskan duduk perkara dari permasalahan tersebut karena pihaknya masih akan melakukan investigasi terlebih dahulu.