TRIBUNWOW.COM - Gadis asal Pesawaran, Lampung, Rani Dwi Ulandari mengaku terkejut setelah mengetahui nasib kedua orangtuanya, Suheri dan Riani, yang hilang kontak selama 2 tahun.
Bagaimana tidak, pasangan yang diketahu bekerja di luar pulau, ternyata ditemukan tak bernyawa menjadi korban pembunuhan dukun Slamet Tohari alias Mbah Slamet (45) di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Dilansir TribunWow.com, mirisnya kabar tersebut diketahui Rani melalui konten di platform media sosial.
Baca juga: Punya Firasat akan Dibunuh, Viral Rekaman Suara Terakhir Korban Dukun Banjarnegara: Ayah Agak Ngeri
Diketahui, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi sejumlah korban dari total 12 jasad yang ditemukan dikubur oleh Slamet.
Di antaranya orangtua Rani, Suheri dan Riani, serta Paryanto (53) asal Sukabumi Jawa Barat.
Kemudian Irsad dan Wahyu Tri Ningsih, pasutri asal Lampung dan Mulyadi yang diketahui berasal dari Palembang.
Saat ditemui, Rani mengatakan terakhir kali dihubungi oleh orangtuanya pada 8 September 2021.
Ketika itu, sang ayah berjanji sudah akan pulang ke Pesawaran dalam waktu tak lama lagi.
Namun setelah itu, keluarga tak bisa lagi menjalin komunikasi dengan kedua korban.
"Terakhir ayah itu nelpon ga ke angkat pukul 17.30 pada 8 September 2021 sebelum lost kontak, dan setelah ditelpon balik sudah tidak aktif," tutur Rani dikutip Tribunpesawaran.com, Kamis (6/4/2023).
"Pernah menelpon hape dan nomor WA, bahkan sudah minta tolong teman dan saudaranya (Paman)," lanjutnya.
Baca juga: Terungkap Identitas 4 Korban Pembunuhan Berantai Dukun Banjarnegara, Mayoritas dari Luar Jawa
Rani pun membeberkan pertemuan terakhir dengan ayah dan ibunya yang berpamitan hendak bekerja ke Pulau Jawa.
Sang ayah yang berprofesi sebagai kontraktor, mengaku hendak mengerjakan proyek pembangunan.
"Saat itu ayah pamit hendak bekerja, karena ayah merupakan bekerja sebagai pemborong," tutur Rani.
"Tetapi saat itu ayah bilang daerahnya bukan di Semarang tapi di Tulungagung."