Terkini Nasional

Terungkap Identitas 4 Korban Pembunuhan Berantai Dukun Banjarnegara, Mayoritas dari Luar Jawa

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Proses evakuasi korban-korban pembunuhan yang dilakukan seorang 'dukun' pengganda uang di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Senin (3/4/2023). Dalam evakuasi terdapat 10 kantung jenazah korban dan proses penyelidikan masih dilakukan terkait adanya potensi penambahan korban lain.

Kemudian Mulyadi dan kekasihnya dikubur di liang nomor 5, dan dua warga asal Yogyakarta dikubur di liang nomor 6.

"Tiap dua jenazah Dikubur di lima liang berbeda. Sisanya ada di tiap satu liang," ungkap Ahmad Luthfi.

Baca juga: Kisah Viral Pembunuhan Berantai Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara, Terkuak Motif Bunuh 11 Korban

Kades: Luar Biasa Miris

Seorang pria bernama Tohari (45) yang mengaku sebagai dukun pengganda uang bernama Mbah Slamet, diduga menjadi dalang pembunuhan berantai.

Dilansir TribunWow.com, kejahatan Tohari terungkap setelah adanya laporan kehilangan pria berinisial PO (53) yang jasadnya ditemukan terkubur di hutan Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Namun ternyata, pada Senin (3/4/2023), pihak kepolisian menemukan ada 10 jasad lagi, diduga korban pembunuhan oleh Tohari dan anak buahnya, BS.

Baca juga: Viral Dukun Pencabut Nyawa asal Banjarnegara, Cari Mangsa Lewat Facebook dan Bunuh dengan Racun

Adapun penggalian tersebut dilakukan sejak Minggu dan dilanjut pada Senin siang hingga pukul 15.00 WIB.

"Hari ini kami kembali melakukan penggalian di lokasi yang sama dengan lokasi kemarin, lahan milik pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Banjarnegara AKP Bintoro Thio Pratamadikutip TribunJateng.com.

Sementara ini, jasad yang berhasil dievakuasi berjumlah 11 orang, termasuk PO.

Namun petugas menduga masih ada korban lain yang mungkin dikubur di sekitar lokasi.

"Untuk jumlah pastinya belum bisa kami pastikan," lanjutnya.

Konferensi pers Polres Banjarnegara terkait kasus dukun penggandaan uang dan pembunuhan terhadap korbannya, Senin (3/4/2023). Dihadirkan tersangka TH alias Mbah Slamat dan rekannya BS. (TribunJateng.com/Permata Putra Sejati)

Baca juga: Awal Mula Terbentuknya Komplotan Pembunuh Berantai Wowon Cs, Berawal dari Perkenalan Tak Biasa

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Balun, Mahbudiono mengaku jarang bertemu dengan Tohari apalagi mengetahui profesinya.

"Kesehariannya jarang kelihatan orangnya, usahanya kelihatannya juga kurang jelas," ungkap Mahbudiono dikutip kanal YouTube Tribun Jateng.

Ditemui di lokasi penggalian, Senin (3/4/2023), Mahbudiono mengaku pernah mendapat aduan orang hilang yang diduga terkait pelaku.

Ia juga mengetahui profesi dukun yang digeluti Tohari dari penuturan warga Pekalongan, Jawa Tengah yang pernah ditipu.

Halaman
123