Dikutip dari TribunJabar, Kepala Satpol PP Kuningan Agus Basuki menegaskan peristiwa yang ada di video viral itu bukan berada di Kuningan.
Agus dan timnya mengaku sudah melakukan penelusuran di Taman Kota, Taman Cirendang, Alun-Alun Ciawigebang, Taman Luragung, hingga Taman Cilimus.
Oleh karena itu, Agus yakin bahwa video viral tersebut bukan berlokasi di Kuningan.
Terlebih menurut Agus logat bicara yang digunakan dalam video tersebut berbeda dari logat yang biasa digunakan masyarakat Kuningan.
"Yakin jika lokasi dalam video yang viral itu bukan di Kuningan. Apalagi logat bicara orang-orang yang ada dalam video tersebut berbeda dengan orang Kuningan," ungkapnya.
Terjadi di Karawang
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Karawang, Ridwan Salam, membenarkan kejadian tersebut.
"Sudah kami tindaklanjuti dugaan kasus eksploitasi anak tersebut," ucapnya.
Ia menjelaskan, timnya juga sudah mendatangi rumah ibu tersebut di Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat.
"Namanya ibu Kesih, kita sudah minta surat pernyataan disaksikan RT RW untuk tidak melakukan hal tersebut lagi," tandasnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Karawang itu juga mengatakan bahwa pihaknya tengah menangani kasus tersebut.
"Ibu ini sudah ditangani Puskesos dan PSM (pekerja sosial masyarakat) Kelurahan Tunggakjati. Sedang menunggu dari Bidang Perlindungan Anak," ujar Ridwan pada Minggu (19/3/2023).
Baca juga: Viral Penampakan Rumah Mewah Perampok Bank di Lampung, Tetangga hingga Polisi Ungkap Kekayaan Pelaku
Tidak hanya itu saja, buntut dari video viral itu, berdasarkan pernyataan Ridwan, PSM dan Pemerintah Kelurahan Tunggakjati telah mendatangi rumah ibu tersebut.
"Klarifikasi Ibu Kesih benar berada di tempat tersebut. Atas pengakuannya, bukan keinginan ibunya (anak meminta-minta karena keinginan sendiri) karena faktor ekonomi," kata Ridwan.
Selain itu, Ridwan menyebut bahwa ibu tersebut berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya untuk menyuruh anak mengemis.