TRIBUNWOW.COM - Debt collector berinisial LW hanya diam dan menunduk seusai diciduk oleh Anggota Polri setelah viral di media sosial (medsos) mengambil paksa mobil selebgram bernama Clara Shinta dan membentak polisi yang mencoba memediasi.
LW diketahui sempat kabur ke luar pulau tepatnya ke Ambon setelah kasus debt collector bentak polisi heboh di medsos diviralkan oleh Clara Shinta.
Dikutip TribunWow dari Kompas, LW diketahui diamankan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Saparua, Maluku.
Baca juga: Reaksi Kapolda Metro Jaya soal Viral Video Anak Buahnya Dibentak Debt Collector: Darah Saya Mendidih
Ketika berada di Polda Metro Jaya, pelaku tampak hanya diam dan menunduk.
Mengenakan pakaian serba hitam, pelaku tampak diborgol oleh pihak kepolisian.
"Nanti sore akan disampaikan lebih lanjut," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Uly saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (23/2/2023).
Sejauh ini baru ada tiga debt collector termasuk LW yang telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Dikutip dari Kompas, Clara Shinta sendiri telah melaporkan kasus perampasan mobil yang ia alami ke Polda Metro Jaya pada Senin (20/2/2023).
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/954/II/2023/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 20 Februari 2023.
"Alhamdulillah laporan sudah diterima dan ditangani semua," ujar Clara kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/2/2023).
Baca juga: Ternyata Dikeroyok 30 Orang, Polisi yang Viral Dibentak Debt Collector Sempat Disalahkan karena Ini
Pada video yang beredar, Fadil mengaku tak terima anggotanya dimaki-maki debt collector.
"Saya lihat preman ini sudah merajalela di Jakarta ini. Sampai tadi malam saya tidur jam 3, darah saya mendidih itu saya lihat anggota dimaki-maki begitu," ujar Fadil, dikutip dari Tribunnews.
Fadil lantas meminta oknum debt collector tersebut segera ditangkap.
Ia menyebut aksi premanisme di Jakarta sudah tak bisa ditolerir lagi.
"Enggak ada lagi tempatnya preman di Jakarta. Jangan mundur lagi, sedih hati saya itu, bolak-balik," ucap Fadil.