TRIBUNWOW.COM - Menteri Pertahanan RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sempat meminta izin kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebelum memutuskan untuk maju di Pilpres 2024.
Dikutip TribunWow, saat hadir di acara Apa Kabar Indonesia Malam tvone, Minggu (19/2/2023), juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan apa tujuan Prabowo meminta izin kepada Jokowi.
Dahnil pertama menyampaikan bahwa Prabowo meminta izin sebagai bentuk adab seorang menteri kepada atasannya yakni presiden.
Baca juga: Sempat Rekam Prabowo, Erick Thohir Kutip Video Jokowi Bahas Capres 2024 di Acara Harlah PPP
"Itu adalah bentuk penghormatan kepada Pak Jokowi sebagai pemimpin," ujar Dahnil.
Dahnil lanjut menerangkan alasan kedua adalah Prabowo ingin menegaskan dirinya fokus bekerja sebagai menteri pembantu presiden.
"Beliau tidak ingin kemudian keinginan partai, keinginan Beliau untuk maju sebagai calon presiden kemudian mengganggu tugas-tugas utama Pak Prabowo membantu presiden," papar Dahnil.
Setelah izin didapat, baru lah Prabowo menyatakan mantap maju di 2024.
Dahnil juga menjelaskan bahwa sikap Prabowo meminta izin menunjukkan loyalitas Prabowo kepada RI 1.
Sempat beredar kabar bahwa Jokowi telah memberikan restu kepada Prabowo untuk menjadi capres 2024.
Restu tersebut diketahui tidak hanya diberikan kepada Prabowo namun juga kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Jokowi menjelaskan, mustahil bagi dirinya untuk melarang orang yang berniat maju di Pilpres 2024.
“Istilahnya saya kira karena menyampaikan kepada saya, masa saya bilang jangan, ndak, kan gak gitu mustinya,” jelas Jokowi, Jumat (12/8/2022).
Baca juga: Ganjar Pranowo Mania Bubar dan Merapat ke Prabowo, Relawan Ganjarist Justru Terbahak: Ini Anugerah
Jokowi lalu menyampaikan, dirinya mempersilakan tokoh yang ingin maju sebagai capres 2024.
“Ya silahkan, demokrasi kita kan memang harus disampaikan seperti itu, gak mungkin presiden, misalnya ada menteri yang ke saya untuk menyampaikan itu, kemudian saya bilang tidak, engga bisa. Ya silahkan,” kata Presiden.
Sang RI 1 juga tidak mempermasalahkan jika sikapnya itu diartikan sebagai restu.