Namun dengan pertimbangan rakyat miskin dan para pekerja harian, Jokowi akhirnya mengambil kebijakan untuk tidak menerapkan lockdown total.
"Saya harus akui, saya jenderal, saya ikut berkali-kali dalam aksi-aksi pertempuran, saya melihat pemimpin yang bisa ambil keputusan dan pemimpin yang tidak bisa ambil keputusan," kata Prabowo.
"Beliau (Jokowi) adalah pemimpin yang bisa ambil keputusan dan keputusannya berani."
Prabowo menegaskan bahwa harus diakui keberanian Jokowi dalam mengambil keputusan.
"Bukan saya menjilat, tidak. Saya hanya mau mengatakan kalau pemimpin kita benar, kita harus akui benar," tegasnya.
Baca juga: Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Selisih Tipis, Prabowo Subianto Meredup
Sandi Pilih Prabowo Ketimbang Anies
Selama meniti karier politiknya, Menparekraf Sandiaga Uno pernah berjuang bersama mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Sandi menegaskan, jika disuruh memilih di Pilpres 2024, dirinya pasti akan mendukung Prabowo.
Dikutip TribunWow, hal ini disampaikan oleh Sandi saat melakukan podcast di YouTube Akbar Faizal Uncensored, Sabtu (27/1/2023).
Baca juga: Momen Haru Putri Danhil Anzar Memohon Muna Soraya Jadi Ibu Sambung, Jubir Prabowo: Aku Pernah Gagal
"Ya saya membela Pak Prabowo," jawab Sandi tegas.
Sandi lalu bercerita bahwa dirinya pernah berjuang bersama Anies dan Prabowo.
Ia melihat Prabowo begitu konsisten berjuang demi NKRI.
Karena pernah bekerja bersama kedua tokoh tersebut, Sandi mengatakan, dirinya jadi bisa membandingkan.
Sandi menegaskan, untuk menjawab pertanyaan Prabowo atau Anies, dirinya tidak perlu berpikir panjang.
"Saya mengenal sekali Pak Prabowo ini mungkin di antara politisi-politisi Indonesia, the most misunderstood person (orang yang paling disalah dipahami)," papar Sandi.