TRIBUNWOW.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menilai pujian Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tak akan berpengaruh apapun alias sia-sia.
Rocky berpendapat, majunya mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 membuat pengaruh Jokowi berkurang secara drastis.
Dikutip TribunWow dari YouTube Rocky Gerung Official, Rocky menjelaskan, pujian Jokowi tidak ada yang istimewa karena bisa juga dilontarkan kepada tokoh-tokoh lain seperti Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Baca juga: Soal Jawaban Siapa Cawapres Pendamping Prabowo di Pilpres 2024, Gerindra: Koalisi pun Belum Ada
"Endorsement power dari Jokowi itu tinggal 15 persen tiga bulan yang lalu," kata Rocky.
"Sekarang semakin drop ketika Anies muncul, maka endorsement Jokowi sekarang mungkin tinggal 0,3 persen," ungkapnya.
Sebagai informasi, Jokowi kembali memuji Prabowo dalam acara Hari Ulang Tahun ke-15 Partai Gerindra di Kantor DPP Partai Gerindra pada Senin (6/2/2023).
Dikutip dari Kompastv, dalam acara tersebut Jokowi menyampaikan bahwa elektabilitas Prabowo dan Gerinda berpotensi jadi yang teratas bila terus didongkrak.
Dalam acara yang sama, Prabowo juga sempat menyampaikan pujian kepada Jokowi.
Dikutip TribunWow dari YouTube Tribunnews, saat memberikan pujian, Prabowo Subianto menegaskan dirinya sama sekali tidak ada niat untuk menjilat Jokowi.
Baca juga: Lucu Mirip Pelawak, Sisi Lain Prabowo Subianto Dibongkar Sandiaga Uno: Banyak yang Enggak Ngerti
Awalnya Prabowo Subianto menjelaskan bagaimana, dirinya merasakan keberhasilan pemerintahan Indonesia saat ini setelah bergabung ke kabinet Presiden Jokowi.
"Saya menjadi saksi, saya melihat betapa Beliau bekerja keras untuk cita-cita yang sama dengan cita-cita kita," ujar Prabowo.
Prabowo Subianto menerangkan, Jokowi telah memberikan bukti nyata keberhasilan pemerintahannya.
Prabowo Subianto kemudian mengungkit masa-masa terjadinya puncak pandemi Covid-19.
"Saya juga saksi presiden kita ditekan oleh WHO, oleh (negara) tetangga-tetangga kita untuk lockdown total," kata Prabowo.
Menurut cerita Prabowo, tekanan juga datang dari berbagai pihak lain untuk menerapkan kebijakan lockdown total.