Pilpres 2024

Ganjar Pranowo Diprediksi Gagal Maju di Pilpres 2024 Jika PDIP Prioritaskan Kepentingan Elit

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyalami Ketua DPR RI Puan Maharani di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Minggu (11/12/2022).

TRIBUNWOW.COM - PDIP telah memberi sinyal akan menentukan calon presiden (capres) jagoan mereka untuk pemilihan presiden (pilpres) 2024 di tahun 2023 ini.

Sejauh ini ada dua nama yang berpotensi menjadi capres 2024 dari PDIP.

Dikutip TribunWow dari Tribunnews, pertama adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan kedua adalah Ketua DPR RI Puan Maharani.

Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Dinilai Belum Tentu Didukung PDIP dan Sulit Diusung KIB Jadi Capres 2024

Pengamat melihat kedua nama tersebut memiliki posisi yang sama-sama kuat di PDIP.

"Puan Maharani atau Ganjar Pranowo sama-sama punya track record yang sama," ungkap Analis Politik, Adi Prayitno dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Minggu (1/1/2023).

"Jadi sebenarnya agak sulit untuk menebak siapa sebenarnya capres definitif yang nantinya akan diumumkan antara Puan Maharani dan Ganjar Pranowo."

Adi menyampaikan ada dua variabel yang akan menjadi penentu siapa capres 2024 yang akan diusung oleh PDIP.

Pertama, jika PDIP mengacu pada survei maka kemungkinan Ganjar lah yang akan maju sebagai capres 2024.

"Karena sampai saat ini Ganjar cukup signifikan di survei," ujar Adi.

Kedua, jika melalui pendekatan elit PDIP, maka Puan lah yang akan maju di 2024 nanti.

Sebelumnya diberitakan, pihak PDIP buka suara mengenai keakraban yang terjalin antara Ganjar dan Puan.

Dilansir TribunWow.com, kedekatan keduanya yang sebelumnya dikabarkan berseteru dinilai pengamat sebagai tindakan sarat kepentingan politik.

Namun dari jajaran PDIP sendiri menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dilakukan para kader.

Ditemui di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (14/12/2022), Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa keakraban antar sesama kader merupakan hal yang harus dijaga.

Apalagi saat mendapat pendidikan di Sekolah Partai, seluruh kader bernaung dalam satu atap yang sama.

Halaman
123