Akan tetapi, secara pengalaman Timnas Indonesia, Adi Satryo lah yang unggul dibandingkan Jandia Eka.
Meski begitu, semua kembali lagi kepada kebutuhan tim PSIS Semarang.
Memilih untuk mendatangkan kiper muda jangka panjang, atau hanya untuk siasati putaran kedua gaet kiper senior dengan rencana jangka pendek.
2. Performa
Faktor kedua yakni terkait performa Jandia Eka Putra maupun Adi Satryo.
Jika melihat dari performa keduanya bersama PSS Sleman dan Persik Kediri, kedua pemain sejatinya menampilkan performa yang sama di gelaran Liga 1 2022.
Kesamaan keduanya yakni sama-sama tampil angin-anginan dan belum menunjukkan konsistensi.
Dikutip TribunWow.com, bersama Persik Kediri, menit bermain Adi Satryo terhitung sangat minim.
Kiper jebolan Persib Bandung tahun 2017 itu baru mencatatkan 2 laga di Liga 1 2022 dengan total telah 4 kali kebobolan.
Meski begitu, minimnya menit bermain Adi Satryo di Persik Kediri juga berkaitan dengan TC Timnas Indonesia dan cedera.
Sementara untuk sosok Jandia Eka Putra, tercatat ia hanya diturunkan di 2 laga dengan catatkan satu kali kebobolan dan 1 kali cleansheet.
Sedangkan dalam 7 laga PSS Sleman, ia absen karena menderita Hernia.
3. Riwayat Cedera
Faktor ketiga tak lain berkaitan dengan cedera yang kerap dialami oleh Jandia Eka Putra dan Adi Satryo.
Faktor ini menjadi bahan pertimbangan sangat penting mengingat faktor cedera kambuhan dan berbahaya bisa sangat mempengaruhi performa pribadi maupun tim untuk bertarung di putaran kedua Liga 1 2022.
Berikut ini beberapa riwayat cedera Jandia Eka Putra dan Adi Satryo dikutip TribunWow.com dari Transfermarkt:
Jandia Eka Putra
1. (30 April-15 Mei 2013) Cedera Lutut: 15 hari absen 7 laga/Semen Padang FC
2. (18 Oktober-4 November 2021) Cedera Punggung: 17 hari absen 3 laga/PSIS Semarang
3. (13 Juni-22 Juni 2022) Cedera Punggung: 9 hari absen 1 laga/PSS Sleman
4. (4 Desember 2022 sampai belum diketahu) Hernia: 24 hari absen 7 laga/PSS Sleman.
Adi Satryo
1. Belum ada catatan riwayat cedera.
(TribunWow.com)