Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Bersumpah Hancurkan Rudal Patriot, Sebut Senjata Bantuan AS untuk Ukraina Ketinggalan Jaman

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Rusia Vladimir Putin saat berpidato di depan para pejabat militer Rusia, Rabu (21/12/2022). Terbaru, Putin bersumpah akan hancurkan senjata bantuan dari AS untuk Ukraina, Kamis (22/12/2022).

"Kami kembali dari Washington dengan hasil yang baik. Dengan sesuatu yang akan sangat membantu," kata Zelensky melalui aplikasi perpesanan Telegram.

Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada tanda-tanda kesiapan untuk pembicaraan damai selama kunjungan Zelensky ke Washington DC.

Hal ini dianggap membuktikan bahwa AS sedang melakukan perang proksi dengan Rusia hingga tetes darah terakhir Ukraina.

"Hal ini tidak kondusif untuk penyelesaian (perang dengan) cepat, justru sebaliknya," kata Peskov menanggapi tentang bantuan sistem Patriot.

"Dan ini tidak dapat mencegah Federasi Rusia mencapai tujuannya selama operasi militer khusus," tandasnya.

Baca juga: Dihantam Puluhan Rudal Rusia, Ukraina Alami Krisis Energi, Warga: Kami Tidak Menyerah, Kami Bertahan

Kecanggihan Rudal Patriot

Sistem rudal Patriot telah lama menjadi senjata pertahanan unggulan Amerika Serikat dan sekutunya sebagai perisai untuk menghalau rudal yang masuk.

Dilansir TribunWow.com, Eropa, Timur Tengah, dan wilayah Pasifik telah menggunakan sistem ini untuk menjaga adanya kemungkinan serangan dari Iran, Somalia, dan Korea Utara.

Sehingga, Rusia pun segera merespons ketika tersiar berita bahwa AS telah setuju untuk mengirim baterai rudal Patriot ke Ukraina.

Baca juga: Rusia Kembali Serang Kyiv, 3 Ledakan Bergema di Seantero Kota, Ukraina Kerahkan Tim Darurat

Dilaporkan Al Jazeera, Kamis (15/12/2022), pertahanan ini merupakan persenjataan militer yang diminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky selama berbulan-bulan untuk meningkatkan pertahanan udara negaranya.

Pejabat AS telah mengkonfirmasi perjanjian pemberian sistem Patriot tersebut, dan pengumuman resmi akan segera diumumkan.

Tetapi para ahli memperingatkan bahwa keefektifan sistem itu terbatas, dan itu mungkin bukan menjadi penentu dalam perang.

Patriot adalah sistem peluru kendali permukaan-ke-udara yang pertama kali dikerahkan pada 1980-an dan dapat menargetkan pesawat terbang, rudal jelajah, dan rudal balistik jarak pendek.

Setiap baterai Patriot terdiri dari sistem peluncuran yang dipasang di truk dengan delapan peluncur yang masing-masing dapat menampung hingga empat pencegat rudal, radar darat, stasiun kontrol, dan generator.

Pasukan militer AS memamerkan senjata HIMARS saat pameran militer di Arab Saudi, 6 Maret 2022. (Fayez Nureldine/AFP)

Baca juga: Perang Berkecamuk di Bakhmut, Para Ahli Heran Rusia Terobsesi pada Kota Kecil di Ukraina

Angkatan Darat mengatakan saat ini memiliki 16 batalyon Patriot.

Halaman
123