Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Kembali Serang Kyiv, 3 Ledakan Bergema di Seantero Kota, Ukraina Kerahkan Tim Darurat

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penampakan serangan drone kamikaze milik Rusia di Kyiv/Kiev, Ukraina pada 17 Oktober 2022. Terbaru, tiga ledakan terdengar di Kyiv, Rabu (14/12/2022).

TRIBUNWOW.COM - Tiga ledakan telah terdengar di pusat Kyiv, ibukota Ukraina pada Rabu (14/12/2022) pagi.

Dilansir TribunWow.com, Ukraina mengatakan telah menembak jatuh sejumlah drone Shahed buatan Iran.

Sementara itu, petugas layanan darurat Ukraina telah dikirim ke distrik pusat Shevchenkivskyi.

Baca juga: Rusia Kembali Gencar Serang Ukraina secara Besar-besaran, Kyiv hingga Mykolaiv Dihantam Ledakan

Dilaporkan Al Jazeera, Rabu (14/12/2022), Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan 10 drone Shahed telah ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina.

"Rinciannya nanti," tambahnya di saluran Telegramnya.

Namun, klaim Klitschko tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Pemerintah kota mengatakan dua bangunan administrasi rusak akibat serangan pesawat tak berawak yang diduga dikirim Rusia tersebut.

Ditambahkan juga bahwa sampai saat ini masih belum ada informasi tentang potensi korban cedera atau korban jiwa.

Oleksiy Goncharenko, seorang politisi Ukraina, mengatakan di Twitter bahwa dia telah mendengar tiga ledakan pada pukul 06.30 waktu setempat (04:30 GMT).

Alarm serangan udara berbunyi pada pukul 5.55 pagi (03:55 GMT) dan penduduk diserukan untuk tetap tinggal di tempat penampungan sampai semuanya aman.

"Ukraina bangun bukan dari jam alarm, tetapi dari ledakan," tulis Goncharenko.

"Terima kasih kepada tetangga Rusia! Selamat pagi!," sindirnya.

Kondisi ibu kota Ukraina, Kyiv setelah dihantam puluhan rudal Rusia pada Senin (10/10/2022) pagi. (YouTube Al Jazeera English)

Baca juga: Markas Tentara Wagner Rusia Hancur di Luhansk, Ukraina Gencarkan Serangan Balasan di Melitopol

Di sisi lain, gubernur Oblast Kyiv Oleksiy Kuleba mengatakan sistem pertahanan udara sudah diaktifkan dan mencapai sasaran.

Ledakan itu terjadi ketika Ukraina meminta sekutunya untuk menyediakan sistem pertahanan udara yang lebih canggih.

Hal ini diperlukan guna membantunya menembak jatuh rudal dan pesawat tak berawak Rusia yang telah menghancurkan infrastruktur energi negara dan meninggalkan jutaan orang tanpa pemanas di musim dingin.

Halaman
123