Konflik Rusia Vs Ukraina

Nasib Warga Kherson yang Dievakuasi Buntut Serangan Rusia: Sekarang Kami Bebas, tetapi Harus Pergi

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kondisi Kota Kherson, Ukraina pada Maret 2022. Terbaru, warga Kherson berbondong-bondong mengungsi selama musim dingin di tengah serangan Rusia, Minggu (27/11/2022).

TRIBUNWOW.COM - Ratusan warga Ukraina berhamburan keluar dari kota Kherson untuk melarikan diri dari serangan Rusia.

Dilansir TribunWow.com, serangan tersebut terjadi dua minggu setelah direbutnya kembali Kherson dari pasukan Rusia.

Namun, sejak itu penduduk harus berjuang hidup tanpa air, pemanas, dan listrik, karena pasukan Moskow menghancurkan pembangkit listrik dan pemanas sebelum mereka pergi.

Baca juga: Grup Wagner Kirim Palu Berbercak Darah ke Parlemen Uni Eropa Buntut Pernyataan Rusia Negara Teroris

Dilaporkan The Guardian, Minggu (27/11/2022), pembebasan Kherson menandai keuntungan medan perang utama bagi Kyiv, yang direbut kembali setelah Rusia mundur ke tepi timur Sungai Dnipro.

Akan tetapi, dikhawatirkan bahwa kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh perang, sudah terlalu parah bagi orang-orang untuk bertahan selama musim dingin yang keras di Ukraina.

Evakuasi dimulai pekan lalu dan diperparah oleh penembakan Rusia, yang telah menewaskan 32 warga sipil sejak pasukan Rusia meninggalkan kota itu pada 9 November.

"Sungguh menyedihkan bahwa kami harus meninggalkan rumah kami," kata Yevhen Yankov, seorang penduduk Kherson.

"Sekarang kami bebas, tetapi kami harus pergi, karena ada penembakan, dan ada yang mati di antara penduduk."

Galina Lugova, kepala administrasi militer kota, mengatakan pihak berwenang akan melakukan segalanya untuk membuat warganya aman.

"Tetapi penembakan meningkat setiap hari. Penembakan, penembakan dan penembakan lagi," ucap Lugova.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat berswa-foto bersama ketika mengunjungi wilayah Kherson yang berhasil direbut dari Rusia, Senin (14/11/2022). (YouTube The Guardian)

Baca juga: Menang Besar dari Rusia, Tentara Ukraina Berkaca-kaca Disambut Sorakan Warga: Kherson Milik Kita!

Vitaliy Nadochiy, yang mengemudi dengan seekor anjing terrier di pangkuannya, mengatakan bahwa artileri telah menghantam rumahnya.

"Empat flat terbakar. Kaca jendela pecah," beber Nadochiy.

"Kami tidak bisa berada di sana. Tidak ada listrik, tidak ada air, pemanas. Jadi kita pergi untuk pergi menemui saudaraku."

Alasan pemboman terus-menerus di Kherson belum jelas, entah apakah Rusia mencoba untuk mengkonsolidasikan posisi pertahanannya di Dnipro dan mencegah Ukraina dari mencoba serangan baru, atau mereka mencoba untuk merebut kembali Kherson setelah mundur.

Sementara itu, salju terus turun di wilayah Kyiv dan suhu berada di sekitar titik beku pada hari Minggu.

Halaman
123