Lantaran Jembatan Antonivskyi di atas Dnipro diledakkan semalam, infanteri Rusia terlihat berjalan melintasi jembatan ponton pada dini hari.
"Hari ini adalah hari paling bahagia bagiku! Saya belum memejamkan mata selama 24 jam," kata seorang warga Kherson, dikutip The Moscow Times, Sabtu (12/11/2022).
"Tidak ada yang lebih baik daripada menonton Russkies berlutut."
Penarikan penuh pasukan Rusia terjadi kurang dari 48 jam setelah Menteri Pertahanan Sergei Shoigu memerintahkan mundur melalui siaran langsung televisi.
Foto dan video yang muncul dari Kherson dan wilayah sekitarnya menunjukkan bendera Ukraina dikibarkan di atas gedung administrasi, mobil membunyikan klakson, poster pro-Rusia dirobohkan dan penduduk setempat menyambut tentara yang datang.
Perebutan kembali Kherson dipuji oleh Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba sebagai kemenangan penting yang membuktikan bahwa apa pun yang dikatakan atau dilakukan Rusia, Ukraina akan menang.
Baca juga: Bongkar Strategi Rusia, Ukraina Sebut Pasukan Putin Jarah Rumah di Kherson dan Pura-pura Jadi Warga
Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin belum secara terbuka mengomentari retret tersebut, juru bicaranya Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa Kherson masih merupakan wilayah Rusia sebagai akibat dari pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Moskow pada September.
"Ini adalah subjek dari Federasi Rusia. Tidak ada perubahan dalam hal ini dan tidak mungkin ada perubahan," kata Peskov.
Dalam beberapa hari terakhir, kota Kherson telah mengalami gangguan pada pasokan listrik dan air, dengan banyak yang tidak dapat mengakses internet atau jaringan seluler, kata kerabat dan teman dari mereka yang tinggal di kota itu.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah mengevakuasi sekitar 30.000 tentara dan 5.000 peralatan di seberang Sungai Dnipro.
Tetapi jurnalis pro-Kremlin Alexander Sladkov memperkirakan angkanya jauh lebih rendah, menulis di Telegram bahwa angka sebenarnya masing-masing adalah 20.000 dan 3.500.
“Hari ini pukul 5 pagi waktu Moskow, pemindahan pasukan Rusia ke tepi kiri Sungai Dnipro selesai,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di Telegram.
“Tidak ada kehilangan personel, senjata, dan peralatan militer.”(TribunWow.com)