Konflik Rusia Vs Ukraina

Kesaksian Warga Kherson Lihat Gelagat Janggal Tentara Rusia di Pembuangan Sampah, Diduga Bakar Mayat

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dipimpin tentara Ukraina, tim pencari mayat tentara Rusia melakukan tugasnya berdasarkan laporan warga setempat. Terbaru, penduduk Kherson melaporkan kegiatan mencurigakan tentara Rusia di tempat pembuangan sampah, Senin (21/11/2022).

Lantaran Jembatan Antonivskyi di atas Dnipro diledakkan semalam, infanteri Rusia terlihat berjalan melintasi jembatan ponton pada dini hari.

"Hari ini adalah hari paling bahagia bagiku! Saya belum memejamkan mata selama 24 jam," kata seorang warga Kherson, dikutip The Moscow Times, Sabtu (12/11/2022).

"Tidak ada yang lebih baik daripada menonton Russkies berlutut."

Penarikan penuh pasukan Rusia terjadi kurang dari 48 jam setelah Menteri Pertahanan Sergei Shoigu memerintahkan mundur melalui siaran langsung televisi.

Foto dan video yang muncul dari Kherson dan wilayah sekitarnya menunjukkan bendera Ukraina dikibarkan di atas gedung administrasi, mobil membunyikan klakson, poster pro-Rusia dirobohkan dan penduduk setempat menyambut tentara yang datang.

Perebutan kembali Kherson dipuji oleh Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba sebagai kemenangan penting yang membuktikan bahwa apa pun yang dikatakan atau dilakukan Rusia, Ukraina akan menang.

Penampakan pasukan militer Rusia pergi meninggalkan Kherson, Ukraina, Jumat (11/11/2022). (YouTube Guardian News)

Baca juga: Bongkar Strategi Rusia, Ukraina Sebut Pasukan Putin Jarah Rumah di Kherson dan Pura-pura Jadi Warga

Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin belum secara terbuka mengomentari retret tersebut, juru bicaranya Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa Kherson masih merupakan wilayah Rusia sebagai akibat dari pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Moskow pada September.

"Ini adalah subjek dari Federasi Rusia. Tidak ada perubahan dalam hal ini dan tidak mungkin ada perubahan," kata Peskov.

Dalam beberapa hari terakhir, kota Kherson telah mengalami gangguan pada pasokan listrik dan air, dengan banyak yang tidak dapat mengakses internet atau jaringan seluler, kata kerabat dan teman dari mereka yang tinggal di kota itu.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah mengevakuasi sekitar 30.000 tentara dan 5.000 peralatan di seberang Sungai Dnipro.

Tetapi jurnalis pro-Kremlin Alexander Sladkov memperkirakan angkanya jauh lebih rendah, menulis di Telegram bahwa angka sebenarnya masing-masing adalah 20.000 dan 3.500.

“Hari ini pukul 5 pagi waktu Moskow, pemindahan pasukan Rusia ke tepi kiri Sungai Dnipro selesai,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di Telegram.

“Tidak ada kehilangan personel, senjata, dan peralatan militer.”(TribunWow.com)

Berita terkait lainnya