Konflik Rusia Vs Ukraina

Bos CIA dan Intelijen Rusia Bertemu di Turki Bahas Penggunaan Senjata Nuklir di Ukraina

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi logo badan intelijen Amerika Serikat (AS) yakni Central Inteligence Agency (CIA). Terbaru, bos CIA dan intelijen Rusia baru saja bertemu di Ankara, Turki, Senin (14/11/2022).

TRIBUNWOW.COM - Pada Senin (14/11/2022) dua petinggi intelijen dari Rusia dan Amerika Serikat (AS) bertemu empat mata di Ankara, Turki.

Direktur CIA William Burns bertemu dengan Bos SVR RF Sergei Naryshkin.

Dikutip TribunWow dari bbc, pemerintah Rusia menyebut pertemuan itu dilakukan atas inisiatif AS.

Baca juga: Bossman Mardigu Wowiek Sebut AS dan dkk Manfaatkan G20 Jadi Ajang Bully Putin dan Rusia

Uniknya dalam pertemuan itu, kedua belah pihak tidak membahas soal negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina.

Topik yang dibahas justru seputar konsekuensi apabila Rusia menggunakan senjata nuklir di Ukraina.

Kemudian dibahas juga risiko rusaknya stabilitas.

Sebagai informasi, beberapa bulan terakhir, AS berkali-kali memperingatkan Rusia agar tidak menggunakan senjata nuklir di Ukraina.

Pertemuan antara Burns dan Naryshkin telah dikonfirmasi oleh juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Terkait sikap AS yang tidak membahas soal negosiasi damai, AS berdalih tidak akan ikut campur kepentingan Ukraina tanpa adanya kehadiran Ukraina.

Burns dan Naryshkin juga membahas bagaimana adanya warga AS yang ditahan di Rusia.

Sebelumnya diberitakan, AS dan aliansi NATO berpotensi ikut terlibat langsung memerangi Rusia bersama Ukraina.

Pemerintah Rusia mengaku sudah memperingatkan AS soal kemungkinan terjadinya skenario ini namun peringatan diabaikan oleh AS.

Dikutip TribunWow dari rt, Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov menjelaskan Ukraina akan menggunakan siasat meledakkan bom kotor untuk menjadikan Rusia sebagai kambing hitam.

Pertemuan bilateral antara Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Bali, Senin (14/11/2022). (YouTube Sekretariat Presiden)

Baca juga: Jaga-jaga Serangan Musuh, Vladimir Putin Awasi Latihan Senjata Nuklir Pasukan Militer Rusia

Antonov menjelaskan, peringatan pemerintah Rusia yang disampaikan dalam bentuk surat kepada pemerintah AS pada Rabu (9/11/2022) tidak digubris.

Antonov menyampaikan, jika taktik bom kotor ini berhasil dilakukan oleh Ukraina maka AS dan NATO dapat terlibat langsung ke dalam konflik melawan Rusia.

Halaman
1234