Konflik Rusia Vs Ukraina

3 Skenario Perkembangan Konflik Rusia-Ukraina, Intelijen AS Sebut saat Ini Mustahil Berdamai

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto kiri: Potret Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Rabu (29/6/2022). Foto kanan: Presiden Jokowi bersama Presiden Putin usai memberikan keterangan pers bersama di Istana Kremlin, Moskow, Kamis (30/06/2022).

TRIBUNWOW.COM - Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), Avril Haines menyampaikan ada tiga skenario perkembangan konflik antara Rusia dan Ukraina.

Dalam tiga kemungkinan ini, Haines menyebut untuk saat ini mustahil kedua belah pihak mau berdamai.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, berikut ini adalah tiga skenario tersebut.

Baca juga: Konpers Bersama Putin, Jokowi Akui Siap Bantu Rusia dan Ukraina Berkomunikasi

1. Dalam skenario pertama, perang antara Rusia dan Ukraina terjadi berlarut-larut tanpa adanya perkembangan yang signifikan.

2. Skenario kedua, Rusia berhasil menghancurkan satu dari beberapa pasukan terkuat Ukraina yang menyebabkan menurunnya kekuatan perlawanan Ukraina.

3. Kemudian skenario terakhir adalah Ukraina mampu bertahan melawan Rusia bahkan bisa merebut secara perlahan teritori Kherson yang saat ini dikuasai pasukan militer Rusia.

"Jujur saja, saat ini tidak ada kemungkinan untuk kedua pihak setuju melakukan perjanjian damai," kata Haines.

Menurut Haines saat ini Presiden Rusia Vladimir Putin masih memiliki ambisi untuk menguasai lebih banyak teritorial Ukraina.

Namun pasukan militer Rusia sendiri kekuatannya telah berkurang drastis karena empat bulan berperang melawan Ukraina.

Baca juga: Setelah Kunjungan Jokowi dan KTT NATO, Rusia Membabi Buta Serang Ukraina dari Segala Arah

5 Skenario Akhir Konflik Rusia dan Ukraina

Dilansir TribunWow.com dari BBC, Minggu (5/6/2022), berikut adalah lima skenario potensial perkembangan perang Rusia-Ukraina.

1. Gesekan Terus Berlanjut

Perang ini mungkin berlanjut selama berbulan-bulan, jika tidak bertahun-tahun.

Momentum bergeser ke sana kemari karena kedua belah pihak sama-sama mendapat untung dan rugi.

Tidak ada kubu yang mau menyerah.

Halaman
1234