Polisi Tembak Polisi

Sebut Sifat Ferdy Sambo Perlu Dibedah, Ahli: Brigadir J Sudah Dibunuh, Didiskreditkan Sehina-hinanya

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Terdakwa kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua, Ferdy Sambo tiba di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022).

Kepribadian Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J menjadi pembahasan pokok dalam sidang lanjutan pada Rabu (9/11/2022).

Dilansir TribunWow.com, pihak pengacara terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sempat menyebut Brigadir J kemungkinan memiliki kepribadian ganda.

Selain itu, sejumlah saksi juga terkesan menyerang kepribadian Brigadir J dan mengatakan bahwa mendiang kerap menyelinap untuk ke hiburan malam.

Baca juga: Sebut Brigadir J Ogah Nikahi Vera Simanjuntak, Daden Ajudan Ferdy Sambo Ngaku Diminta Carikan Wanita

Kolase potret Putri Candrawathi (kiri), Ferdy Sambo (tengah), dan mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. (Istimewa/ Tribunnews.com)

Sebagaimana diketahui, dalam sidang tersebut dihadirkan ajudan, ART hingga Sekuriti rumah Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

ART Susi yang sudah 3 tahun bekerja melayani Putri, menyebut Brigadir J sebagai orang yang temperamental.

Sementara rekan sesama ajudan, Daden Miftahul Haq, menyebut Brigadir J kerap memukuli ART.

Sekuriti Damianus Laba Kobam atau Damson juga menyebut Brigadir J kerap mengajak ke tempat hiburan malam dan bahkan memergokinya ke hotel bersama wanita.

Kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis, juga telah meminta izin hakim untuk memeriksa saksi terkait dugaan kepribadian ganda Brigadir J.

Menanggapi indikasi pembunuhan karakter tersebut, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Yonathan Baskoro, buka suara terkait reaksi keluarga.

Ia mengklaim segenap keluarga dan tim kuasa hukumnya mengutuk keras klaim pihak Ferdy Sambo tersebut.

"Saya hanya bisa geleng-geleng dan sangat menyesalkan sekali apa yang disampaikan," ucap Yonathan dikutip kanal YouTube metrotvnews, Kamis (10/11/2022).

"Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan, saya mewakili tim kuasa hukum dan keluarga, kami mengutuk keras jika ada kesaksian dari para saksi-saksi yang tidak berkata jujur dan justru menimbulkan fitnah yang sangat keji kepada seseorang yang sudah tiada dan tidak bisa membela dirinya."

"Sudah dibunuh nyawanya, dihabisi, sekarang karakternya dibunuh. Ini betul-betul keterlaluan. Dan apa yang disampaikan saksi-saksi tersebut bisa saya pastikan itu sangat bertolak belakang dengan kenyataan sebenarnya."(TribunWow.com/Via/Anung)

Berita lain terkait