TRIBUNWOW.COM - Pimpinan Chechnya pro-Rusia, Ramzan Kadyrov mengatakan akan ada kejutan untuk pasukan Ukraina.
Dilansir TribunWow.com, ia juga membantah kematian sejumlah pasukannya dan justru melaporkan kemajuan merebut wilayah Ukraina.
Kadyrov juga menyindir Ukraina dan rakyatnya sebagai budak NATO dan boneka barat.
Baca juga: Kadyrov Banggakan 3 Anaknya yang Turun ke Medan Perang Ukraina, Disebut Lindungi Pasukan Rusia
Seperti dilaporkan media Rusia Ria Novosti, Rabu (9/11/2022) Kadyrov, membantah laporan kematian tentara Chechnya di dekat Lysychansk.
Ia mencatat bahwa unit-unit tersebut berhasil menjalankan tugasnya, termasuk di wilayah terkait.
Menurutnya, tidak ada satu pun prajurit Chechnya yang meninggal di wilayah Lysychansk.
Alih-alih, Kadyrov menjanjikan kejutan lain untuk pasukan Ukraina yang disebutnya 'para pemuja setan' dan menekankan bahwa ini bukan pernyataan yang tidak berdasar.
"Mereka yang mengikuti pernyataan saya sangat menyadari bahwa hasil setelah pengumuman tersebut tidak lama lagi akan datang. Semua orang ingat operasi Retribusi baru-baru ini yang kami lakukan. Hanya dalam satu hari, kami menghancurkan lebih dari 600 pejuang Bandera," beber Kadyrov.
Baca juga: Pada Media Rusia, Warga Asal Lysychanks Sebut Pasukan Ukraina Menyerang Kotanya Sendiri
Kadyrov juga mencatat bahwa dia merasa kasihan pada rakyat Ukraina, yang disindirnya telah menjadi budak kebijakan NATO dan tidak dapat berkontribusi mengubah situasi di negara mereka.
Dia juga mencibir bahwa Barat terus mengirim tentara bayaran Ukraina, karena Angkatan Bersenjata nasional mereka telah kelelahan.
Di sisi lain, sebelumnya, Sekretaris Dewan Keamanan Chechnya Apty Alaudinov mengumumkan kemajuan unit Akhmat dan pasukan Republik Rakyat Luhansk di dekat Soledar.
Pada awal Oktober, dia mengatakan bahwa situasi di garis depan dekat Lysychansk, Seversk dan Yakovlevka sepenuhnya berada di bawah kendali pasukan khusus Akhmat dan Korps Kedua Milisi Rakyat LPR.
Baca juga: Zelensky Umumkan Serangan Dahsyat Rusia, Bocah 10 Tahun Jadi Korban hingga Lysychanks Dikuasai
Rusia Deklarasikan Kemenangan di Luhanks
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa pasukan Moskow telah merebut kota Lysychansk di Ukraina, Minggu (3/7/2022).
Dilansir TribunWow.com hal ini diartikan bahwa Rusia sudah menguasai seluruh wilayah Luhansk.