TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak menampik dirinya memberi dukungan terhadap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.
Dilansir TribunWow.com, Jokowi hanya terkekeh saat ditanya maksud pernyataannya saat menghadiri HUT Partai Perindo pada Senin (17/11/2022).
Pasalnya dalam kesempatan tersebut, Jokowi sempat menyebut bahwa mungkin Prabowo akan mendapat kesempatan menjadi presiden selanjutnya.
Baca juga: Beri Restu untuk Pilpres 2024, Jokowi Ngaku Terlalu Sering Ngobrol dengan Prabowo Subianto
Ditemui pada konferensi pers seusai acara HUT Partai Perindo, Jokowi dihadapkan pada pertanyaan terkait kriteria calon presiden pilihannya.
Namun, Presiden 61 tahun itu hanya mengatakan bahwa kriteria pemimpin yang baik seharusnya sudah diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia.
"Semua rakyat tahu, semua kita tahu, kalau tanya saya kriterianya ya dua hari enggak rampung," kelakar Jokowi dikutip kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/11/2022).
Kemudian, Jokowi ditanya terkait pidatonya di acara HUT Partai Perindo yang menyebut nama Prabowo.
Ketika dikonfirmasi apakah pernyataan tersebut merupakan sinyal dukungan untuk Prabowo, Jokowi hanya terkekeh.
"Ya diartikan sinyal ya boleh, tapi kan saya ngomong itu juga enggak apa-apalah," kekeh Jokowi.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Bersama Prabowo Subianto Masuk Prasyarat Ideal Jadi Kandidat Penerus Jokowi
Ia kemudian mengingatkan bahwa saat ini sudah memasuki tahun politik di mana Pilpres akan diadakan sekitar setahun lagi yakni pada bulan Februari 2024.
Menurut Jokowi, ini adalah saat yang tepat untuk memulai pergerakan menjelang perebutan kursi kepresidenan selanjutnya.
Namun ia menekankan perlunya menjaga kondisi politik untuk tetap stabil di tengah keadaan global yang sedang tidak baik-baik saja.
"Pemilunya sudah tinggal Februari 2024, awal hlo berarti, tinggal setahun praktis," sebut Jokowi.
"Menjaga kondusivitas politik karena tidak terdukung oleh keadaan global, itu yang harus kita tahu semuanya."
"Hati-hati, keadaan ini tidak sedang normal-normal saja dunia," tandasnya.
Sebelumnya, saat memberi sambutan pada acara HUT Partai Perindo, Jokowi menyebut bahwa pada Pilpres selanjutnya, Prabowo memiliki potensi untuk menang menjadi Presiden.
"Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," ucap Jokowi.
Mendengar namanya disebut, Prabowo sontak berdiri dan memberi hormat kepada presiden.
Sikapnya tersebut mendulang sorak-sorai riuh-rendah dari para hadirin.
Selain itu, isu dukungan Jokowi pada Prabowo muncul dari penuturan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Ia mengklaim bahwa Jokowi telah memberi restu pada Prabowo untuk kembali berlaga di Pilpres 2024.
"Ya, Pak Prabowo pernah ditanya (oleh Presiden) maju, enggak? Dia bilang kalau Bapak mengizinkan. Dan ternyata, kan, diizinkan untuk maju," ucap Dasco, Kamis (11/8/2022).
Baca juga: Reaksi Spontan Prabowo Subianto saat Jokowi Minta Maaf dan Sebut sang Menhan akan Jadi Presiden
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 01.38:
Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto Masuk Prasyarat Ideal
Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sering memuncaki hasil survei simulasi Pilpres 2024.
Dilansir TribunWow.com, keduanya dinilai telah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melanjutkan program-programnya.
Pasalnya, dua nama tersebut disinyalir telah memenuhi prasyarat menjadi calon kandidat penerus Jokowi.
Baca juga: Pengamat Curiga PDIP Hanya Pura-pura Tindas Ganjar Pranowo demi 2024: Untuk Mendulang Simpati
Namun, sikap berbeda ditunjukkan Jokowi terhadap eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang pernah diturunkan saat menjabat menteri di eranya.
Diduga hal ini karena ada visi-misi yang berbeda antara Presiden dengan sosok Anies.
"Harus memenuhi dua variabel, yang pertama kenyamanan terhadap sosok-sosok yang kerjanya bagus, punya chemistry yang sama," beber Direktur Eksekutif Charta Politika sekaligus pengamat politik Yunarto Wijaya dikutip kanal YouTube tvOneNews, Minggu (6/11/2022).
"Yang kedua ada variabel lain ketika seseorang ingin mendukung, mengendorse, dia harus tahu peluang orang ini untuk menang atau tidak."
"Pada skala ini, kita tahu hanya dua nama yang memenuhi prasyarat minimal berdasarkan survei sekarang, hanya Mas Ganjar dan Pak Prabowo."
Baca juga: Beda Nasib dari Anies, Prabowo Disebut Selamat dari Hujatan karena Mesra dengan Jokowi dan Megawati
Sebelumnya, Yunarto sempat menilai bahwa persaingan Ganjar dan Prabowo akan berlangsung sengit.
"Kalau ditanya peluangnya Pak Prabowo (untuk menang pada Pilpres 2024) besar atau tidak, saya harus mengatakan, lawan terberat Pak Prabowo adalah Ganjar Pranowo," beber Yunarto, Kamis (11/8/2022).
Menurutnya, elektabilitas Prabowo bisa saja disalip oleh Ganjar yang masih leluasa meningkatkan pengenalan dirinya pada masyarakat.
Pasalnya, Prabowo merupakan negarawan yang sudah banyak dikenal sehingga ruang geraknya relatif kecil.
Sedangkan Ganjar dalam sejumlah survei di berbagai lembaga, cenderung memiliki elektabilitas yang makin meningkat seiring waktu.
"Artinya, peluang dari Ganjar untuk menaikkan elektabilitas masih jauh lebih besar dibandingkan Pak Prabowo yang tingkat pengenalannya sudah mentok dan ruang geraknya jauh lebih kecil," imbuh Yunarto.
Isu dukungan Jokowi pada Prabowo muncul dari penuturan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Ia mengklaim bahwa Jokowi telah memberi restu pada Prabowo untuk kembali berlaga di Pilpres 2024.
"Ya, Pak Prabowo pernah ditanya (oleh Presiden) maju, enggak? Dia bilang kalau Bapak mengizinkan. Dan ternyata, kan, diizinkan untuk maju," ucap Dasco, Kamis (11/8/2022).
Sementara itu, sinyal dukungan terhadap Ganjar muncul setelah acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Pro Jokowi (Projo) di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (21/5/2022).
Pertemuan ini juga dihadiri Ganjar yang sama-sama berasal dari Partai PDIP.
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyinggung bahwa capres yang akan mereka dukung berada di Rakernas tersebut.(TribunWow.com/Via)