TRIBUNWOW.COM - Rumah terdakwa Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah, disebut menjadi saksi bisu kasus pelecehan yang dialami istrinya, Putri Candrawathi (PC).
Dilansir TribunWow.com, pihak Ferdy Sambo bersikeras bahwa kekerasan seksual tersebut dilakukan mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Motif tersebut menjadi alasan Ferdy Sambo dibantu ART dan dua ajudannya, melakukan pembunuhan berencana pada Brigadir J.
Meskipun hingga saat ini, motif terkait pelecehan tersebut masih diragukan oleh sejumlah pihak.
Baca juga: Keterangan ART Ferdy Sambo Dinilai Berbohong, Suami Susi Minta sang Istri Jujur: Nggak Usah Takut
Seperti dikutip TribunWow.com dari tayangan di kanal YouTube tvonenews, Sabtu (5/11/2022) berikut penampakan rumah Ferdy Sambo di Cempaka Residence, Dusun Saragan, Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
1. Lokasi PC Hendak Dibopong
Rumah Ferdy Sambo tersebut tidak begitu besar sehingga kegiatan setiap penghuni bisa terpantau satu sama lain.
Bagidan depan rumah terdiri dari halaman dan garasi yang langsung tersambung ke ruang tamu.
Menurut pengakuan pihak Putri, pada Senin (4/7/2022), istri sang mantan Kadiv Propam sedang duduk di sofa ruang tamu.
Ia menonton televisi dengan selonjoran dengan kondisi tubuh yang kurang sehat dan mengalami sakit kepala.
Ketika itu, disebutkan bahwa Brigadir J bermaksud untuk membopong Putri kembali ke kamar di lantai atas namun ditolak.
Saat itulah ART Kuat Maruf disebut muncul dan memarahi Brigadir J.
Melalui liputan di lokasi, terlihat ruang tamu yang dimaksud berukuran relatif sempit dan langsung berhadapan dengan kamar para ajudan atau Aide de camp (ADC).
Tampak sofa krem berhias bantal hijau yang disebut kala itu digunakan oleh Putri.
"Bu Putri duduk di sofa sembari menonton, ruangannya kecil ya," jelas tim kuasa hukum Putri, Berlian Simbolon.
Adapun dalam keterangannya, terdakwa Bharada E membantah Brigadir J sudah membopong Putri hingga dimarahi Kuat Maruf.
Ia sendiri ketika itu diminta Brigadir J untuk membantu membopong Putri meskipun akhirnya ditolak.
Baca juga: Sebut Roh Brigadir J Ungkap Kasus Pembunuhan Dirinya, sang Bibi: Biar Sudah Mati, Dia Bicara ke Saya
2. Lantai Atas
Dari ruang tamu, terdapat tangga yang menuju ke ruang pribadi di lantai dua.
Ruangan di atas tersebut dikatakan menjadi wilayah private yang mana ART bahkan ajudan dilarang naik kecuali dipanggil.
"Hanya keluarga (yang boleh ke atas)," terang Berlian.
Tampak tangga sempit mengular menuju ke pintu geser yang kemudian masih dihalangi lagi oleh pintu berteralis.
Melewati pintu tersebut, tampak lorong sempit yang langsung menuju kamar Putri Candrawathi yang terpisah dari kamar mandinya.
3. Lokasi Terjadinya Dugaan Pelecehan Seksual
Putri mengaku hampir dirudapaksa oleh Brigadir J saat beristirahat di kamarnya sendiri sekitar pukul 18.00 - 19.00 WIB pada Kamis (7/7/2022).
Kamar itu sendiri terlihat berukuran sempit dengan luas sekitar 5 meter persegi.
"(Luasnya) 2 meter kali 5 meter kurang lebih," terang Berlian.
Memenuhi ruangan itu, terlihat kasur bersprei biru muda yang menjadi lokasi dugaan pelecehan seksual.
4. Kamar Mandi
Kemudian tepat di depan pintu kamar, terdapat pintu ke kamar mandi yang menjadi tempat ART Kuat Maruf dan Susi menemukan Putri terduduk di lantai.
Putri mengaku dibanting oleh Brigadir J yang berusaha kabur hingga terduduk di depan kamar mandi.
Ruang tersebut begitu sempit dengan jarang antara dinding koridor hanya sekitar 2 meter.
Dengan kondisi ruangan yang dekat satu sama lain, dan rumah tersebut cenderung sempit, disinyalir suara orang yang berteriak atau minta tolong akan terdengar di seantero ruangan.
Namun, ketika pelecehan terjadi, disebutkan tak ada satu pun penghuni rumah yang mendengar teriakan minta tolong Putri.
Padahal, Putri disebutkan sempat menjatuhkan barang untuk menarik perhatian Susi dan Kuat di lantai bawah.
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Febri Diansyah Ungkit Momen Pertama Lihat Rumah Magelang
Masih banyak misteri yang belum terungkap terkait kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Selain motif yang sampai saat ini belum terungkap jelas, kejadian yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah juga menjadi pertanyaan banyak pihak.
Dikutip TribunWow, seperti yang diketahui rumah Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi alias PC di Magelang disebut-sebut menjadi tempat terjadinya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap PC.
Baca juga: Sempat Bertemu Langsung, Eks Jubir KPK Febri Diansyah Ungkap Proses Terima Tawaran Jadi Lawyer PC
Pengacara PC, Febri Diansyah mengaku terkejut saat pertama kali melihat langsung rumah PC di Magelang.
"Kami ketika pertama kali melihat rumah di Magelang agak kaget juga," kata Febri dalam acara Back to BDM Kompastv, Jumat (4/11/2022).
Menurut penjelasan Febri, rumah PC di Magelang sangat berbeda dibandingkan rekonstruksi yang dipindahkan di Jakarta.
Febri menyampaikan, akan bisa lebih objektif jika melihat langsung rumah PC di Magelang karena akan mendapat gambaran terkait situasi yang terjadi di sana.
PC disebut sempat berbincang kepada Kuat Ma'ruf (KM) dan Susi seusai dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J terjadi.
PC bahkan mengaku sempat diperlakukan sadis oleh Brigadir J di rumah Magelang, Jawa Tengah.
Dikutip TribunWow dari Kompastv, informasi ini disampaikan oleh pengacara KM, Irwan Irawan.
Baca juga: Duga Sembunyikan Sesuatu, Eks Hakim Sorot Sikap PC Ganti Baju seusai Brigadir J Dibunuh
Irwan menjelaskan, setelah ditemukan tergeletak di luar kamar, PC dibantu dipapah oleh Susi dan KM kembali ke kamar.
Seusai di dalam kamar, PC mengaku kepada KM dan Susi telah diperlakukan sadis oleh Yosua.
"Ibu (PC) menyampaikan, Yosua sadis sekali sama aku," jelas Irwan.
"Kata Ibu PC ke Kuat."
Irwan mengatakan, saat itu PC tidak menjelaskan secara detail apa yang sebenarnya dilakukan oleh Brigadir J.
Kala itu KM sempat keluar kamar dan bertemu dengan Brigadir J.
Irwan menyebut, Brigadir J mencoba menjelaskan sesuatu kepada KM namun tidak jadi.
"Dia sampaikan 'Begini om aku mau jelaskan ini'," kata Irwan.
"Si Kuat sampaikan 'Ada apa kau ngapain, apa yang kau perbuat'."
Setelah itu Brigadir J kembali berlari lagi dan KM kembali mengejar.
Saat mengejar Brigadir J, KM sempat mengambil pisau untuk jaga-jaga jika diserang Brigadir J.
(TribunWow.com/Via/Anung)