Menhan AS juga menyampaikan dukungan modernisasi militer untuk Indonesia.
Diketahui selama dua tahun belakangan, Indonesia mengirimkan taruna untuk menerima beasiswa belajar di tiga akademi militer AS ternama, mulai dari The US Military Academy (USMA) West Point, Akademi Angkatan Laut AS atau The US Naval Academy (USNA) Annapolis, dan Akademi Angkatan Udara AS atau The US Air Force Academy (USAFA) Colorado.
Dikutip TribunWow dari rt, berdasarkan pengumuman yang disampaikan oleh pasukan militer Rusia, diskusi antara Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dengan Menhan AS membahas soal isu keamanan internasional dan kondisi terkini di Ukraina.
Pihak AS turut mengonfirmasi adanya kontak antara Shoigu dan Austin.
Kementerian Pertahanan AS menjelaskan pentingnya tetap menjalin komunikasi dengan Rusia di tengah konflik yang terjadi di Ukraina.
Seperti yang diketahui, terakhir kali Rusia dan AS melakukan kontak adalah pada Mei 2022 lalu.
Keduanya tidak menjelaskan secara detail apa isi diskusi pada saat itu.
Namun diketahui diskusi saat itu berlangsung selama satu jam tanpa adanya hasil konkrit.
Kala itu diskusi diinisiasi oleh AS.
Baca juga: Pesan Prabowo Jadi Kenyataan di Konflik Rusia-Ukraina, Dahnil Anzar Sindir Politisi dan Pengamat
Sebelumnya diberitakan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin bersedia bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.
Namun Lavrov menyatakan sampai saat ini belum ada proposal untuk adanya diskusi antara Vladimir Putin dan Joe Biden.
Dikutip TribunWow dari skynews, menanggapi pernyataan Lavrov, pemerintah AS menilai belum ada keseriusan dari pihak pemerintah Rusia.
Baca juga: Waga Rusia Pro Perang Rayakan Serangan Misil ke Ukraina, Ada yang Joget hingga Kadyrov Ngaku Senang
Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price.
Price menyampaikan, jika memang Rusia serius ingin melakukan negosiasi maka langkah pertama adalah wajib menghentikan serangan di Ukraina.
"Kami tidak melihat ini sebagai tawaran konstruktif dan sah untuk terlibat dalam dialog dan diplomasi yang mutlak diperlukan untuk mengakhiri perang agresi brutal ini," ujar Price.