'Mobilisasi parsial' tersebut diperintahkan Putin bulan lalu setelah pasukannya mengalami kemunduran besar di medan perang.
Ini adalah pertama kalinya sebagian besar orang Rusia menghadapi dampak langsung secara pribadi dari invasi yang diluncurkan ke Ukraina pada Februari.
Lebih dari 2.000 orang ditangkap dalam protes anti-mobilisasi, terutama di beberapa bagian negara yang dihuni oleh etnis minoritas yang mengeluh bahwa mereka menjadi sasaran yang tidak proporsional dalam panggilan tersebut.
Puluhan ribu pria Rusia juga diyakini telah melarikan diri dari negara itu untuk menghindar jika dipaksa berperang, banyak di antaranya ke negara tetangga bekas republik Soviet.
Baca juga: Belum juga Rebut Kembali Kherson dari Tangan Rusia, Apa Saja Kendala yang Dialami Ukraina?
Antrean Warga Rusia yang Hindari Wajib Militer sampai 16 Km
Gambar satelit terbaru menunjukkan iring-iringan sejumlah besar orang Rusia yang melarikan diri dari negaranya.
Dilansir TribunWow.com, kendaraan mereka berbaris ke arah Georgia dan Mongolia dan membentuk kemacetan hingga 16 Km.
Peristiwa ini terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan perintah mobilisasi ratusan ribu tentara cadangan untuk konflik di Ukraina.
Baca juga: Apa yang Terjadi jika Vladimir Putin Nekat Mengebom Ukraina dengan Nuklir Rusia? Ini Kata Para Ahli
Gambar-gambar yang dilaporkan Sky News, Selasa (27/9/2022), tersebut merekam antrian kendaraan, truk kargo dan mobil, menunggu dalam kemacetan panjang saat berusaha melewati perbatasan.
Menurut Maxar, perusahaan satelit yang merilis gambar tersebut, antrian untuk menyeberang ke Georgia itu membentang lebih dari 10 mil atau 16 km.
Menurut media Rusia, pada satu titik pada hari Minggu, perkiraan waktu tunggu untuk memasuki Georgia mencapai 48 jam, dengan lebih dari 3.000 kendaraan mengantri untuk melintasi perbatasan.
Pemerintah ibukota Georgia, Tbilisi, telah mencatat masuknya sekitar 40 ribu orang Rusia sejak Moskow menginvasi Ukraina pada 24 Februari.
Kini mulai beredar kabar bahwa Rusia mungkin akan segera menutup perbatasannya untuk para pria yang usianya sesuai dengan kriteria wajib militer.
Baca juga: Tidak akan Dipaksa Pulang, Zelensky Ungkap Nasib Tentara Rusia yang Menyerah ke Ukraina
Di sisi lain, para pejabat Jerman telah menyuarakan keinginan untuk membantu orang-orang Rusia yang meninggalkan dinas militer dan telah menyerukan solusi ini di seluruh Eropa.
Namun, negara-negara Uni Eropa lainnya bersikeras bahwa suaka tidak boleh ditawarkan kepada orang-orang Rusia yang melarikan diri sekarang.