Menurutnya timnas Indonesia bisa kembali terpuruk karena saat ini baik dari junior hingga senior telah mengikuti filosofi sepak bola Shin Tae-yong.
Dengan melekatnya filosofi tersebut akan membuat Indonesia kelimpungan apabila tiba-tiba Shin Tae-yong mundur dari posisi pelatih timnas.
“Pelatih Shin Tae-yong telah memimpin banyak generasi tim Indonesia selama ini dan telah berkembang. Itu juga telah diakui. Tetapi orang-orang profesional, apabila dengan sengaja melakukan hal-hal yang salah akan menyebabkan kerugian bagi orang-orang,” ucap Vu Minh.
“Jika Shin pensiun, saya pikir sepak bola Indonesia akan terpuruk. Karena sepak bola Indonesia sangat mengikuti filosofi pelatih Shin Tae-yong. Tapi itu juga kemungkinan.”
Meski Vu Minh mengaku tak menutup kemungkinan timnas Indonesia juga bisa bangkit.
Tim Merah Putih bisa bangkit apabila mendapatkan pelatih yang lebih baik dan ahli dari Shin Tae-yong.
Walaupun akan membutuhkan waktu lagi, namun apabila memiliki pelatih yang tak memihak ke kanan atau kiri dinilai perkembangan sepak bola Indonesia akan lebih bagus.
“Dalam sepak bola, selain faktor pelatih, juga sangat berganting pada pemain. Meski sepak bola Indonesia sedikit menurun setelah masa Shin, tapi akan lebih baik untuk menemukan orang lain yang baik dalam keahlian dan gaya. Jika ada pelatih yang layak, jujur, dan tidak memihak itu bagus,” lanjut Vu Minh.
Secara pribadi Vu Manh Hai mengaku bahwa ia memuji keahlihan Shin Tae-yong.
Baca juga: Terus Didesak Mundur, Ketum PSSI Iwan Bule Akhirnya Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab
Namun, ia tak bisa menutup diri bahwa ia juga kurang senang dengan apa yang ditunjukkan Shin Tae-yong saat ini.
Menurutnya gayanya yang terlalu keras kepala tak cocok dengan sepak bola Asia Tenggara.
Sehingga Vu Manh Hai menilai apabila Shin Tae-yong mengubah sedikit sifatnya itu akan membuatnya lebih diterima.
Sebab sebagai pelatih profesional menunjukkan sikap objektif akan lebih baik dan pastinya bisa diterima oleh banyak pihak nantinya.
“Shin adalah orang yang berbakat, tetapi dengan apa yang dia ciptakan saya pikir orang tidak menyukainya. Dia terlalu keras kepala,” tuturnya.
“Saya tetap harus mengatakan dia adalah pelatih yang baik dengan kepribadian memimpin Indonesia menuju kesuksesan. Jika dia mengubah kepribadiannya menjadi lebih objektif, itu akan sangat diterima di Asia Tenggara.”