TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule menjadi sosok yang terus didesak untuk mundur buntut tragedi Stadion Kanjuruhan.
Terlebih Iwan Bule bersama PSSI seakan 'cuci tangan' dalam tragedi yang menewaskan lebih dari raturan korban jiwa tersebut.
Sebutan tersebut muncul setelah keluarnya statement dari Iwan Bule yang menyebut bahwa pihak yang bertanggung jawab bukanlah PSSI melainkan adalah panitia penyelenggara (panpel) Arema FC.
Baca juga: Break 2 Bulan, Liga 1 2022 akan Dilanjutkan 25-26 November 2022, Ini Penjelasan PSSI
Baca juga: Secara Tak Langsung Bela Iwan Bule, Shin Tae-yong Jadi Sasaran Kemarahan Suporter Timnas Indonesia
Dengan ramainya tagar Iwan Bule untuk mundur, kini yang bersangkutan akhirnya kembali buka suara.
Iwan Bule akhirnya meminta maaf terkait tragedi Kanjuruhan setelah laga Arema FC vs Persebaya tersebut.
Untuk pertama kalinya ia meminta maaf seusai pertemuan dengan FIFA, AFC, dan Pemerintah dalam kolaborasi pembentukan tim Transformasi Sepak Bola Indonesia.
Dalam pembentukan tim Transformasi Sepak Bola Indonesia di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2022) itu orang nomor satu di PSSI tersebut berbicara banyak.
Bukan hanya berbicara terkait timeline atau lini masa untuk tim transformasi saja.
Namun, Mochamad Iriawan untuk pertama jalinya setelah dua pekan akhirnya berbicara depan publik langsung meminta maaf.
“Pertama-tama atas nama Federasi sekali lagi mohon maaf atas apa yang terjadi,” ujar Mochamad Iriawan dalam jumpa pers yang turut dihadiri BolaSport.com di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2022).
Bahkan ia dengan jelas mengatakan bahwa PSSI sepenuhnya bertanggung jawab dengan atas tagedi Kanjuruhan ini.
Menurutnya salah satu tanggung jawabnya yakni dengan kesepakatan kolaborasi dengan FIFA, AFC dan Pemerintah ini untuk membentuk tim agar sepak bola Indonesia lebih baik lagi.
Bahkan timeline untuk pembentukan task force atau satuan tugas (Satgas) transformasi ini juga sudah jelas.
Hanya saja untuk nama-nama tim satgas belum bisa dipastikan, Sebab masih dalam finalisasi.
“PSSI bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian ini,” kata pria yang akrab disapa Iwan Bule.