Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelensky Girang, Pasukan Ukraina Berhasil Rebut Sebagian Kherson dan Buat Pasukan Rusia Kelaparan

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kondisi Kota Kherson, Ukraina pada Maret 2022. Tampak tentara Rusia berpatroli di dalam kota yang telah mereka kuasai. Terbaru, Ukraina mengklaim telah berhasil merebut kembali sebagian wilayah Kherson, Senin (5/9/2022).

Taras Berezovets, seorang perwira pasukan khusus Ukraina, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kecepatan serangan balik untuk merebut kembali Kherson sangat bergantung pada saat peralatan militer dari Barat tiba.

"Saat ini angkatan bersenjata Ukraina merasakan kurangnya kendaraan lapis baja untuk infanteri kami. Kami merasakan kekurangan angkatan udara kami. Kami membutuhkan tank dan pertama-tama kami membutuhkan artileri. Dari perspektif ini, saya akan mengatakan serangan balasan apa pun (untuk merebut kembali kota Kherson) akan mungkin terjadi setelah menerima semua persenjataan ini. Setidaknya akan memakan waktu beberapa bulan,” kata Berezovets.

Militer Ukraina menyatakan Rusia telah meluncurkan 25 serangan rudal dan lebih dari 22 serangan udara terhadap sasaran militer dan sipil di Ukraina dalam 24 jam terakhir, dengan tetap fokus untuk membangun kendali penuh atas wilayah Donetsk.

Namun Moskow membantah kemajuan militer apa pun oleh pasukan Ukraina selama awal serangan balik pekan lalu, dengan mengatakan banyak tentara Kyiv tewas dan terluka.

Baca juga: Serangan Ukraina Ingatkan pada Bom Atom Hiroshima-Nagasaki, Pejabat Kherson Pro-Rusia: Kami Terkejut

Rusia Paksa Penduduk Kherson Gunakan Uang Rubel

Rubel Rusia akan digunakan di Kherson mulai Minggu, menurut pasukan dukungan Rusia yang telah menguasai kota di Ukraina selatan itu.

Meski begitu, rupanya keputusan sepihak ini banyak ditentang oleh otoritas setempat dan masyarakat.

Bahkan, warga Ukraina nekat melakukan perlawanan kecil-kecilan dengan menukar kembali rubel yang diperoleh.

Video protes warga Kherson, Ukraina berakhir seusai tentara Rusia melemparkan granat kejut dan tembakkan peringatan, Senin (21/3/2022). (YouTube The Telegraph)

Baca juga: Viral Detik-detik Warga Kherson Tantang dan Rebut Kembali Bendera Ukraina dari Tentara Rusia

Walikota Kherson, Ihor Kolykhaiev, yang kini telah digulingkan oleh otoritas Rusia, mengatakan bahwa dia tidak percaya ini akan mungkin dilakukan.

Sementara, satu-satunya sistem perbankan yang berfungsi di wilayah tersebut adalah milik Ukraina, bukan Rusia.

Dia skeptis apakah Rusia dapat berhasil memperkenalkan rubel.

"Saya tidak memiliki konfirmasi bahwa itu telah diperkenalkan," kata Kolykhaiev dilansir TribunWow.com dari BBC, Minggu (1/5/2022).

"Kapan itu bisa muncul? Kapan perbendaharaan dan sistem perbankan Ukraina akan berhenti bekerja? Apa pun bisa terjadi di bawah pendudukan, saya tidak bisa masuk ke kepala Rusia untuk mengetahui apa yang mereka pikirkan. Jika mereka mencoba memperkenalkan zona rubel di sini, kita akan jatuh kembali ke tahun 1992 ketika Ukraina memperoleh kemerdekaannya."

Menurut kantor berita negara Rusia Ria, awal pekan ini, pasukan Rusia menunjuk pemerintahan baru di Kherson karena Kolykhaiev tidak bekerja sama dengan pasukan.

Meskipun telah diduduki selama 60 hari, banyak penduduk mencoba mencari cara kecil untuk menentang pasukan Rusia.

Halaman
1234